
Extama – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar dari sebuah presentasi yang diduga berasal dari seminar Kementerian Keuangan. Dalam gambar tersebut, terlihat rencana anggaran tahun 2026 yang menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pasangan Prabowo-Gibran.
Foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun @nowyoucatchme pada Rabu, 29 Januari 2025. Dalam waktu singkat, unggahan itu menjadi viral di platform X dan memicu beragam tanggapan publik. Banyak yang mempertanyakan apakah program MBG menjadi prioritas utama dibandingkan sektor pendidikan dan kesehatan.
Dalam slide yang beredar, terlihat bahwa fokus anggaran Kemenkeu untuk 2026 mencakup program MBG, ketahanan pangan, ketahanan energi, perumahan, serta pertahanan dan keamanan. Namun ada kekhawatiran bahwa pendidikan dan kesehatan tidak lagi menduduki peringkat teratas.
Hal ini langsung memicu pertanyaan dari masyarakat, apakah sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi prioritas utama, ataukah kini hanya dianggap sebagai pendukung program?
Logo Kementerian Keuangan terlihat di pojok kanan atas slide presentasi, yang diduga ditampilkan dalam seminar tersebut. Judul slide yang ditampilkan ialah, “Arah Kebijakan BPP Tahun Anggaran 2026 Mendukung Program-Program Prioritas Presiden.”
Bahan paparan tersebut memuat tiga kategori prioritas anggaran yang memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Pertanyaan pun muncul, apakah kategori ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo atau hanya inisiatif Kementerian Keuangan?
Menanggapi isu yang beredar, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu, Deni Surjantoro, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan nasional sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
“Istilah ‘pendukung’ dalam bahan paparan tersebut bukan berarti sektor pendidikan dan kesehatan berada di urutan kedua. Pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam strategi pembangunan jangka panjang pemerintah,” jelas Deni.
Selain itu, Deni membantah anggapan bahwa program MBG lebih diutamakan dibandingkan pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, semua program Presiden Prabowo memiliki peran strategis dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang lebih besar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga anggaran pendidikan sebagai prioritas utama. Dalam paparannya di acara BRI Microfinance Outlook 2025 di ICE BSD City, Banten, Kamis (30/1), ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus memastikan keberlanjutan anggaran pendidikan.
“Menjaga keberlanjutan anggaran prioritas 2025 untuk mendukung agenda pembangunan: pendidikan,” tulis Sri Mulyani dalam bahan presentasinya.
Selain itu, Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah meminta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari program kesehatan nasional.
“Presiden juga meminta adanya pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat kita. Ini sejalan dengan program kesehatan yang sifatnya prevention,” ujarnya.
Polemik yang muncul dari unggahan viral ini menunjukkan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap prioritas anggaran pemerintah. Banyak pihak mendesak agar sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi perhatian utama dalam penganggaran negara demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Author – (ersya/Ext)
Editor – (Ajeng/Ext)

