Penyesuaian Program MBG di bulan Ramadan: Makan Dibawa Pulang, Anggaran Dipangkas?

Extama – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah untuk memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang baik akan tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan.

Namun, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan berpuasa, beberapa penyesuaian dilakukan, baik dari segi waktu penyaluran maupun jenis makanan yang diberikan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa menu yang disajikan telah disesuaikan agar tahan lama hingga waktu berbuka puasa. Beberapa contoh makanan yang diberikan adalah telur rebus, buah, dan susu.

Makanan tersebut dikemas dalam tas jinjing (tote bag) yang dapat dibawa pulang, sehingga siswa yang berpuasa dapat mengonsumsinya saat berbuka. Selain itu, makanan yang disediakan telah difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Penyesuaian ini diharapkan dapat memastikan para siswa tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang selama menjalani puasa, sekaligus mengakomodasi jadwal dan kebiasaan berpuasa mereka.

“Selama Ramadan, pembagian makanan akan dilakukan pada saat pulang sekolah, sehingga siswa bisa membawa makanan tersebut pulang dan mengonsumsinya saat berbuka puasa di rumah,” ujar Dadan Hindayana.

Dengan perubahan ini, siswa diharapkan tetap bisa mendapatkan makanan yang bergizi tanpa mengganggu ibadah puasa mereka.

Program MBG yang bertujuan untuk mengurangi masalah gizi buruk dan kurang gizi pada anak-anak kini menghadapi tantangan terkait efisiensi anggaran.

Pemerintah melakukan penghematan anggaran belanja APBN dan APBD 2025, termasuk penghematan anggaran transfer ke daerah sebesar Rp50,5 triliun.

Meskipun terdapat efisiensi anggaran, program MBG tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas makanan yang diberikan. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk program ini tidak mengganggu anggaran pendidikan lainnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima laporan mengenai pengurangan nilai makanan yang seharusnya diterima siswa.

Ketua KPK, Setyo Budianto, menyatakan bahwa terdapat laporan pengurangan anggaran makanan dari Rp10.000 menjadi Rp8.000 per porsi, yang dapat berdampak pada kualitas makanan yang diterima siswa.

KPK menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pengelolaan anggaran MBG untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Dengan berbagai penyesuaian dan tantangan yang dihadapi, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terus memberikan dampak positif terhadap kesehatan anak-anak di seluruh Indonesia, baik selama bulan Ramadan maupun di luar bulan puasa.

Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan transparansi dan efisiensi dalam pelaksanaan program ini agar tujuan peningkatan gizi anak-anak dapat tercapai dengan optimal.

Author : Alya
Editor : Khaishya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *