5B Ilmu Komunikasi UNIBA Menghidupkan Pesona Budaya Banten: Ketika Tradisi Bertemu Media Modern

Extama – Mahasiswa kelas 5B Ilmu Komunikasi sukses menghidupkan suasana budaya Banten lewat acara “Pesona Budaya Banten” di Aula SMKN 7 Serang, yang menampilkan seminar, seni pertunjukan, hingga galeri seni bertema pelestarian tradisi. (18/12/2024).

Ketua pelaksana, M. Adnan Faidh, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan tidak hanya untuk memenuhi tugas mata kuliah Event Management, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya pelestarian budaya lokal.

“Kami ingin memperkenalkan dan melestarikan budaya serta identitas Banten, sekaligus menambah pengetahuan generasi muda mengenai kekayaan tradisi daerah,” ungkap Adnan.

Selain seminar, acara ini turut dimeriahkan dengan penampilan tari kreasi, solo vokal, angklung, dan pameran seni di art gallery. Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, dan siswa SMKN 7 Serang hadir dengan antusias untuk menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dadan Sujana, Founder Banten Heritage, dan Rahmat Heldy, Direktur Sekolah Menulis Banten.

Dadan Sujana menekankan pentingnya menjaga budaya sebagai identitas daerah.

“Budaya adalah identitas dan kepercayaan yang menjadi ciri khas suatu daerah. Sudah sepatutnya kita jaga budaya tersebut, terutama di daerah asal kita, yakni Banten tercinta,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kebudayaan adalah pola pikir yang berkembang melalui proses belajar.

Rahmat Heldy, di sisi lain, mengajak generasi muda untuk berani menghadapi dunia dan menggali pelajaran dari cerita rakyat.

“Untuk mengarungi dunia, keberanian adalah langkah awal yang harus dimiliki. Jadikan cerita rakyat sebagai refleksi, ambil hikmahnya, dan hindari sisi negatifnya,” jelasnya.

Seminar ini juga membahas bagaimana media dan komunikasi dapat berperan dalam pelestarian budaya Banten. Beberapa cara yang dibahas meliputi dokumentasi dan publikasi, promosi pariwisata budaya, penyebaran informasi melalui media digital, hingga pengarsipan budaya secara modern.

“Kolaborasi dengan komunitas lokal dan penggunaan narasi positif di media sosial adalah kunci untuk membuat budaya Banten semakin dikenal, bahkan di tingkat nasional dan internasional,” tambah Adnan.

Adnan mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam penyelenggaraan acara ini adalah mendapatkan izin tempat dan sponsor. Namun, kerja sama tim yang solid mampu mengatasi kendala tersebut.

Ia berharap acara ini dapat membuka wawasan generasi muda tentang pentingnya menghargai budaya lokal.

“Semoga makin banyak anak muda yang peduli terhadap budaya Banten, sehingga budaya kita tidak hanya terkenal di daerah sendiri, tetapi juga dikenal secara nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Acara Pesona Budaya Banten menjadi bukti nyata bagaimana generasi muda berperan aktif dalam pelestarian budaya, sekaligus menciptakan momentum untuk menghidupkan kembali tradisi melalui media dan komunikasi modern.

Author – (Khaishya/Ext)
Editor – (Ine/Ext)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *