Penghibahan Surat Yasin, Mahasiswa KKM 85 Uniba Dukung Kegiatan Keagamaan di Desa Bojot

Extama – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 85 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) telah melaksanakan kegiatan penghibahan Surat Yasin kepada Majelis Darul Muttaqin yang berlokasi di Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, pada Kamis (7/8/2025).

Acara ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian terhadap kegiatan keagamaan, khususnya pengajian rutin yang diselenggarakan di majelis tersebut.

Penghibahan ini tidak hanya sekadar pemberian kitab, tetapi juga merupakan simbol dukungan moral dan spiritual bagi jamaah. Harapannya, keberadaan Surat Yasin yang dibagikan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga, meningkatkan semangat dalam menjalankan ibadah, serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Desa Bojot.

Majelis Darul Muttaqin sendiri selama ini dikenal sebagai wadah pembinaan keagamaan yang konsisten berfokus pada pengembangan pendidikan Islam dan pembentukan karakter generasi muda.

Melalui pengajian, majelis ini berupaya menanamkan nilai religius, etika, serta akhlak mulia agar para pemuda desa tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak baik.

Dengan adanya penghibahan Surat Yasin, kegiatan pengajian di Majelis Darul Muttaqin diharapkan dapat berjalan lebih khidmat, terarah, dan berkesinambungan. Pembacaan Surat Yasin sendiri diyakini memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam.

Selain menjadi amalan yang mendatangkan pahala, pembacaan Surat Yasin juga dipercaya membawa ketenangan batin, memperkuat ikatan spiritual, dan menghadirkan keberkahan bagi individu maupun lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, kegiatan ini sekaligus menjadi cerminan dari tingginya semangat kebersamaan masyarakat Desa Bojot. Partisipasi dan dukungan yang diberikan menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya peduli terhadap kebutuhan duniawi, tetapi juga mengutamakan aspek rohani yang menjadi pondasi penting dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum ini, diharapkan Desa Bojot dapat terus memperkokoh identitasnya sebagai desa religius yang harmonis, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pengembangan kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam.

Penghibahan Surat Yasin bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal dari tumbuhnya semangat baru dalam menghidupkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Editor : Mercy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *