Makna Ramadan di Bangku Kuliah

Extama – Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, di mana kita melakukan kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan saat ramadan, seperti tadarus di masjid, dan ngabuburit sore hari sambil memilih takjil. Namun, bagi seorang mahasiswa, ramadan terasa berbeda, dan Reihan merasakannya. Pemuda yang kini berstatus mahasiswa ini bermonolog, “Seiring bertambahnya usia, terlebih ketika menjalani kuliah…

Selengkapnya

Langkah Perempuan

Dunia bangkit dalam cahaya,Menyapa sosok penuh daya.Bukan sekadar rupa yang indah,Tapi jiwa yang pantang menyerah. Tangan lembut namun perkasa,Membangun mimpi, menjaga rasa.Di pundaknya harapan dititipkan,Dalam doanya kasih dibisikkan. Pintar berpikir, bijak bertindak,Suaranya lantang tak lagi terdesak.Punya hak untuk berdiri sama,Menulis sejarah, mengukir nama. Ada yang berjuang di meja kantor,Ada yang mendidik agar tak kotor.Apapun peran…

Selengkapnya

Ramadan: Doa-Doa yang Tak Pernah Kita Ceritakan

Extama – Tahun ini, kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan 1447 H. Sebuah pertemuan yang layak disyukuri, mengingat tidak semua individu diberikan peluang yang serupa. Ramadan senantiasa hadir dengan ketenangan yang istimewa. Seperti terdapat kebahagiaan sederhana yang sukar diungkapkan. Sebuah perasaan kembali kepada sesuatu yang selama ini kita rindukan. Pada bulan ini, doa seolah-olah…

Selengkapnya

Bangkitkan Minat Belajar Anak, KKM 58 UNIBA Rutin Gelar Les Privat di Desa Nameng

Extama – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 58 Universitas Bina Bangsa mengadakan kegiatan les privat bagi siswa-siswi SD di Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung. Program ini dimulai pada 14 Juli 2025 selama masa KKM dan berlangsung di posko KKM 58 setiap jam tiga sore, dengan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Program les privat ini diadakan…

Selengkapnya

Luka Rakyat Yang Tak Sampai di Telinga Para Petinggi

Saat mendekati perayaan HUT RI yang ke-80, kami berharap mendengar berita positif dari pemerintah untuk rakyat kecil. Namun apa yang kami terima? Kebijakan-kebijakan yang justru menekan masyarakat kecil. Seiring bertambahnya usia bangsa, alih-alih menuju kemajuan dan kesejahteraan rakyat, arah yang jelas malah semakin menghilang. Ribuan rekening dibekukan tanpa pemberitahuan,PPATK bergerak dengan alasan melindungi kepentingan negara.Masyarakat…

Selengkapnya

Harapan untuk Pemimpin Negeri

Di tanah subur yang kaya raya,Berdiri bangsa penuh asa.Dari laut biru hingga gunung menjulang,Indonesia bermimpi, ingin gemilang. Oh, pemimpin yang kini terpilih,Dengarlah suara rakyat yang lirih.Mereka menanti, mereka berharap,Janji yang nyata, bukan sekedar ucap. Bukan singgasana yang kami pinta,Bukan istana penuh harta.Tapi ladang yang hijau, nelayan yang kuat,Pekerja yang hidup tanpa berat. Bawalah negeri ke…

Selengkapnya

Surat Teruntuk Tuan Bijaksana

Untuk Tuan Bijaksana yang kami cinta,Kasih kami ucapkan tanpa suara.Surat ini, surat yang tak pernah kau baca,Bernaung simbol yang tak pernah kau lirik jua. Nyatanya, kami hanya manusia yang hina,Pekerja pencari beras tuk sanak keluarga.Hasil panen pun raib digerogoti hama,Sungguh bijaksana, Tuan, dalam retorika. Tubuh kami kering kerontang penuh lara,Anak kami bodoh dan sakit, hampir…

Selengkapnya

Tanah Air yang Merintih

Negeriku yang sakit.Di bumi pertiwi yang suci ini, angin berbisik penuh luka.Jeritan rakyat kecil tenggelam dalam kesunyian.Ditembak habis-habisan oleh janji yang palsu. Apakah mereka tidak mengingat?Dahulu yang mereka cari adalah rakyat kecil.Dahulu mereka mati-matian meyakinkan rakyat.Tapi setelah gelar kehormatan itu ada padanya, rakyat dibuang bagaikan tak berwujud. Hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah.Rakyat kecil…

Selengkapnya

Di Balik Kata Sandwich

Sebuah malam yang sunyi, menyelimuti semesta dengan kelam yang lembut. Langit bagai kanvas hitam, ditaburi noktah-noktah bintang yang berkilau, seolah para dewa tengah menabur serpihan cahaya abadi. Angin berembus pelan, membawa aroma tanah basah yang bercampur  harum bunga melati dari taman tetangga. Malam itu, Gina yang sedang duduk di sudut jendela kamar yang kecil, ditemani…

Selengkapnya

Di mana Sila Ke-5 Berada?

Wahai tuan berjubah mewah.Tidak kah kau melirik kebawah?Jajaran kecil yang semakin terguncah.Akan peranmu yang timpang sebelah. Hukum yang sudah membekas.Tajam kebawah tumpul keatas.Sungguh begitu miris nan sadis.Namun, kau berlagak apatis. Berpangkat tinggi seolah diam.Bagai tenggelam tak terbungkam.Kendati, rakyat biasa selalu dicekam.Atas hukuman yang merunyam. Demi masa depan yang gemilang.Sudikah kau bersuara dengan lantang? Menyuarakan keadilan…

Selengkapnya