Cegah Anemia, Lawan Stunting: KKM 22 UNIBA Edukasi Siswi SMA Al-Khairiyah Cilegon

Extama – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 22 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Anemia Bukan Takdir: Cegah Stunting Sejak Dini” yang bertempat di SMA 4 Al-Khairiyah, Cilegon, pada Sabtu (26/7/2025).

Penyuluhan ini ditujukan secara khusus kepada para siswi kelas 12 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan mereka mengenai pentingnya mencegah anemia sedini mungkin.

Anemia, yang kerap dianggap sebagai kondisi biasa di kalangan remaja putri, ternyata dapat berdampak jangka panjang, termasuk meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak di masa depan.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung selama satu jam. Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan dua narasumber dari Puskesmas Ciwandan, yakni dr. Jonathan dan Ibu Dhaifah Mulyanti, S.Gz, seorang ahli gizi yang berpengalaman dalam menangani isu-isu gizi remaja dan pencegahan stunting.

Dalam pemaparannya, dr. Jonathan menyampaikan bahwa anemia bukanlah suatu kondisi yang harus diterima begitu saja.

Ia menekankan bahwa anemia dapat dicegah bahkan diatasi melalui pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi.

“Anemia bukanlah takdir. Dengan pola makan yang tepat dan konsumsi suplemen zat besi secara teratur, kita bisa menghindarinya. Kesehatan adalah tanggung jawab kita sendiri,” ujar dr. Jonathan di hadapan para peserta.

Sementara itu, Ibu Dhaifah Mulyanti, S.Gz, memaparkan pentingnya kecukupan gizi dalam masa pertumbuhan, khususnya peran zat besi dalam mendukung fungsi tubuh dan perkembangan otak.

Ia juga memberikan berbagai tips praktis mengenai cara mengoptimalkan penyerapan zat besi dalam tubuh, seperti mengombinasikan makanan yang kaya zat besi dengan sumber vitamin C serta menghindari konsumsi teh atau kopi bersamaan dengan makanan utama.

Antusiasme para siswi sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Suasana penyuluhan menjadi semakin interaktif saat sesi tanya jawab dibuka.

Banyak siswi yang aktif mengajukan pertanyaan terkait pola makan, gaya hidup sehat, hingga dampak anemia terhadap kesuburan dan kehamilan di masa depan.

Para narasumber pun memberikan jawaban dengan jelas dan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh para peserta. Hal ini membuat suasana semakin cair dan mendorong lebih banyak siswi untuk ikut berdiskusi secara langsung.

Salah satu anggota KKM UNIBA Kelompok 22 menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswi tidak hanya memahami bahaya anemia, tetapi juga termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian mereka. Ini adalah langkah kecil namun penting untuk masa depan yang lebih baik, terutama sebagai calon ibu” ungkapnya.

Beberapa siswi pun turut membagikan kesan mereka setelah kegiatan berakhir.

“Acara ini sangat bermanfaat. Saya jadi tahu bahwa menjaga pola makan sejak remaja itu penting, bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga buat anak yang akan dilahirkan nanti,” tutur salah satu siswi dengan antusias.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat KKM 22 UNIBA tahun 2025, yang fokus pada isu-isu kesehatan remaja putri di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung program nasional pencegahan stunting sejak usia remaja.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para siswi SMA 4 Al-Khairiyah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya gizi, kesehatan, dan peran mereka sebagai generasi penerus dalam membentuk keluarga yang sehat dan bebas dari stunting.

Editor : Mercy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *