Dampak AI Terhadap Pola Berpikir Mahasiswa: Begini Tanggapan Mahasiswa UNIBA

Dalam era digital yang terus berkembang, peran teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin menonjol dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah bidang ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan komputer atau sistem yang dapat melakukan tugas yang membutuhkan kecerdasan manusia.

Dengan adanya AI, mahasiswa kini memiliki akses lebih mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi, menjawab pertanyaan, bahkan mengerjakan tugas-tugas.

Namun, bersamaan dengan kemudahan yang ditawarkan AI, timbul juga pertanyaan tentang dampak negatifnya. Beberapa mahasiswa UNIBA memberikan pandangan mereka.

Farhika dari Prodi Manajemen menyatakan bahwa AI membantu efisiensi dalam menyelesaikan tugas.

“Penggunaan AI itu dapat membantu kita sebagai mahasiswa dalam mengerjakan tugas dengan efektif. Tapi, penting untuk kita mengembangkan keterampilan dalam berpikir kritis, meskipun AI berperan penting dalam memberikan dukungan.”

Tita Puspita dari Prodi Akuntansi menambahkan bahwa penggunaan AI sangat tergantung pada cara kita menggunakannya.

“Tapi AI tuh tergantung dari kita yang menggunakannya, kitanya ketergantungan atau tidaknya terhadap AI.”

Sementara itu, Yesya dari Prodi Ilmu Komunikasi menanggapi bahwa dengan adanya AI membuat mahasiswa sulit menemukan keahliannya.

“Menurut saya kurang kreatifitas sih, karena dengan adanya AI, mahasiswa lebih cendrung mencari yang praktis tanpa tau apa yang dimaksud dari setiap kata-kata tersebut dan mahasiswa pun jadi bergantung dengan adanya AI, dan dengan adanya AI banyak mahasiswa yang tidak tau keahliannya dan kreatifitas mereka sendiri.”

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kemudahan yang ditawarkan AI telah mengubah cara proses mahasiswa belajar dengan lebih baik dan efektif.

Dengan demikian, penting bagi mahasiswa untuk tetap mempertahankan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Penggunaan AI seharusnya menjadi pelengkap dalam proses pembelajaran, bukan pengganti.

Author – (Oliv/Ext)
Editor – (Ajeng/Ext)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *