Di mana Sila Ke-5 Berada?

Wahai tuan berjubah mewah.
Tidak kah kau melirik kebawah?
Jajaran kecil yang semakin terguncah.
Akan peranmu yang timpang sebelah.

Hukum yang sudah membekas.
Tajam kebawah tumpul keatas.
Sungguh begitu miris nan sadis.
Namun, kau berlagak apatis.

Berpangkat tinggi seolah diam.
Bagai tenggelam tak terbungkam.
Kendati, rakyat biasa selalu dicekam.
Atas hukuman yang merunyam.

Demi masa depan yang gemilang.
Sudikah kau bersuara dengan lantang?
Menyuarakan keadilan yang kian ditentang
Sampai kapan mendung itu akan benderang?

Oleh: Mercylia/Ext

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *