Ilustrasi gambar : Waty Anggraeni
Menjadi seorang kurir bukan hanya sekadar mengirimkan barang. Dengan segala resikonya, banyak pengalaman hidup dan pelajaran berharga. Salah satunya, semangat Muhammad Arya, seorang kurir di Kantor JNE Cabang Lebak.
Arya yang juga tulang punggung ekonomi bagi kelurganya, penuh teliti mengecek satu per satu barang yang akan dihantarkan. Penuh telaten, barang-barang itu pun ia kemasi ke atas sepeda motor untuk segera dihantar ke alamat tujuan para pengguna jasa JNE.
Arya memulai pengiriman dengan rute sekitar perkampungan, Desa Banjarsari, Kabupaten Lebak. Dari gang ke gang kampung, Arya terus melaju dengan sepeda motor yang sudah hampir empat tahun menemaninya.
Dengan senyum ramahnya satu per satu barang itu Arya kirimkan kepada para pelanggan. Suka duka banyak Arya dapatkan dari pekerjaanya menjadi seorang kurir JNE.
Tak sedikit respon pelanggan yang tidak mengenakan juga menjadi pengalaman yang ia dapatkan. Bahkan ada yang tidak mau membayar paket karena pesanannya tidak sesuai.
“Ada juga pelanggan yang sering ngoceh (marah-red) karena merasa tidak memesan,” kata Arya seraya mengaku hanya bisa mengelus dada atas pengalamannya itu.
Baca selengkapnya: https://www.lpmextama.com/inspirasi-hari-anak-nasional-nonton-bareng-jembatan-pensil-bersama-kkm-13/
Kendati demikian, Arya tak pernah patah arang. Semua tugasnya tetap ia jalankan dengan penuh semangat. Apalagi masih banyak pelanggan yang ramah dan baik.
“Kalau dapet customer yang baik, suka dilebihkan (tips), Rp5 sampai Rp 10 ribu juga lumayan ya, buat kurir seperti saya ini,” ujar Arya tersenyum.
Apapun yang menimpa saat bertugas, Bagi Arya kepuasan pelanggan tetap nomor satu. Ia hanya bisa menjalankan tugas sebaik mungkin agar para pelanggan puas dan tetap percaya dengan perusahaan yang menjadi sumber rizkinya.
Tak hanya respon pelanggan, segala cuaca yang kurang bersahabat juga sudah pernah ia rasakan. Mulai dari kehujanan hingga kepanasan.
Bahkan, beberapa kali ban motor bocor, mogok di tengah jalan hingga kehabisan bensin pernah dialaminya.
Dan benar saja, baru mengikuti perjalanan Arya, badan ini terasa begitu letih. Padahal, itu baru setengah hari bekerja.
“Ini mah belum seberapa neng,” kata Aryasembari mengajak penulis menepi untuk istirahat sejenak.
Sembari meneguk secangkir es, Arya mengaku sudah empat tahun menjalani pekerjaan sebagai kurir JNE.
Arya yang menjadi tulang punggung keluarga menggunakan gajinya untuk kebutuhan sehari-hari dan membiayai sekolah adiknya, yang masih duduk disekolah Menengah Pertama (SMP).
Sisanya, ia tabung dan digunakan untuk kebutuhan perawatan kendaraan sepeda motornya.
“Kalau ada lebih ya saya kasih ke ibu buat ditabung,” ucap Arya.
Rata-rata dalam sehari, Arya menempuh jarak kurang lebih sejauh 25 kilometer. Namun kadang ia harus menempuh jalan terjal ke daerah terpencil.
Pengalaman ini terjadi ketika Arya harus menghantarkan paket peralatan medis ke Puskesmas di salah satu daerah di Kabupaten Lebak.
Pengiriman tersebut sangat urgen. Arya pun sangat berhati-hati karena harus melewati jalanan yang penuh liku.
“Ketika itu jalan lumayan sulit karena masih tanah yang basah dan habis hujan,” ungkapannya.
Yang lebih menyulitkan bukan hanya jalan yang rusak, namun Arya harus melewati hadangan sekelompok pemuda yang membawa senjata tajam.
Mereka berjejer di tengah jalan yang sepi untuk menghalangi jalanya Arya. Bahkan mengancam dan memaksa Arya menyerahkan semua barang berharga yang dibawanya.
Baca selengkapnya: https://www.lpmextama.com/kkm-uniba-kelompok-12-mengadakan-perlombaan-dalam-rangka-memperingati-hari-anak-nasional/

Ilustrasi gambar: Waty Anggraeni
“Saya benar benar kaget, tapi saya berusaha untuk tetap tenang karena mereka membawa senjata tajam. Saya coba jelaskan perlahan kepada mereka. Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya, mereka akhirnya tidak jadi menyerang saya setelah tahu yang saya bawa peralatan medis,” kata Arya.
Hari berikutnya, insiden itu menyebar di kalangan petugas kurir JNE. Arya pun menjadi sorotan karena keberaniannya dan dihormati oleh rekan-rekannya.
Kendati menghadapi bahaya, Arya telah membuktikan bahwa semangat pelayanan dan tanggung jawab yang tinggi dapat mengatasi segala rintangan. Bahkan saat nyawa harus dipertaruhkan.
Ya, pekerjaan menjadi seorang kurir memang bukan hanya sekadar mengirimkan barang. Bagi Arya, ada pengalaman hidup yang penuh dengan resiko. Namun semua itu harus ia jalani dengan penuh tanggung jawab.
“Baik buruk pengalaman yang saya ini dapatkan, saya merasa ada kepuasan tersendiri ketika paket tiba dengan waktu yang tepat. Dan ini jadi kegembiraan tersendiri ketika bisa melihat pelanggan mendapat paket sampai,” kata Arya bangga.
Semangat Maju dan Inovasi JNE
Semangat dan dedikasi Arya menggambarkan wajah JNE sebagai perusahaan yang telah melangkah lebih dari 33 tahun dalam melayani jasa pengiriman barang di Indonesia.
JNE menjadi role model dalam industri logistik. Mereka terus memperlihatkan dedikasi yang kuat terhadap semangat kreativitas dan inovasi. Bahkan komitmen yang terus menginspirasi melalui karya-karya yang menggambarkan energi, inovasi, dan semangat maju.
Rina Riana selaku staff administrasi logistik kantor JNE cabang Lebak mengatakan bahwa “Kreativitas yang mengalir dalam karya-karya JNE terus berkembang. JNE banyak memberikan inspirasi bagi komunitas dan masyarakat umum dalam industri logistik,” ujar Rina.
Setiap karya yang dikeluarkan JNE selalu mengandung energi yang membara, mencerminkan keberanian untuk melangkah lebih maju dalam menghadapi tantangan.
Dalam perjalanan panjangnya, JNE selalu menempatkan inovasi sebagai inti dari setiap langkahnya. Ini tercermin dalam karya-karya yang dihasilkan. Tidak hanya menampilkan keberanian berinovasi, melainkan juga kemampuan merespons perubahan dengan cepat dan efektif.
Kreativitas yang dipamerkan tidak hanya membanggakan keberhasilan masa lalu, tetapi juga menatap masa depan dengan semangat yang sama kuatnya.
Dengan menggali energi, semangat, kemajuan, dan inovasi dalam karya-karya kreatifnya, JNE telah membuktikan bahwa komitmen terhadap kreativitas adalah salah satu fondasi dari keberhasilannya selama lebih dari tiga dekade.
Melalui perayaan ini, JNE tidak hanya memperingati prestasinya, tetapi juga mengilhami generasi masa depan untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya yang memancarkan semangat dan keberanian.***
Penulis : Waty Anggraeni

