
Extama – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Bangsa resmi menggelar sosialisasi program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2025 secara daring melalui Zoom dan live streaming di YouTube @lp2m uniba, pada Rabu (12/6/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua LPPM, Dr.Ir. Uli Wildan Nuryanto, ST., MM yang menegaskan kembali posisi strategis KKM sebagai salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Cipta Inovasi, Rekam Jejak, Kebermanfaatan, Hilirisasi, dan Aksi Nyata Menuju Desa Tangguh”.
KKM tahun ini dirancang untuk mendorong mahasiswa turut terlibat dalam transformasi sosial berbasis potensi lokal dan kerja kolaboratif lintas disiplin.
Program ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa jenjang S1 dengan bobot 4 SKS. Peserta harus telah menempuh minimal 110 SKS dan memiliki IPK sekurang-kurangnya atau minimal 2.0.
Jadwal Kegiatan KKM Uniba 2025

Pendaftaran dibuka secara online pada 13–24 Juni 2025 melalui laman resmi LPPM yaitu https://bit.ly/daftarkkmbinabangsa2025.
Mahasiswa diwajibkan mengunggah persyaratan dan melengkapi ketentuan administrasi sebagai berikut:
a). Foto atau Scan bukti lunas pembayaran uang kuliah pada semester berjalan.
b). Foto atau Scan Kwitansi Pembayaran KKM.
c).Foto atau Scan Kartu Hasil Studi Kumulatif (KHSK) Semester 1-5.
d). Surat keterangan kesehatan ( bagi yang memiliki kondisi khusus).
Usai pendaftaran, akan ada pembagian atribut peserta KKM serta pembekalan teknis dan akademis yang akan berlangsung pada 28 Juni 2025 di Aula Gedung D lantai 6.
Peserta akan mengikuti survei lokasi pada 30 Juni hingga 5 Juli 2025. Survei ini bertujuan untuk mengenali potensi desa, menjalin koordinasi awal dengan perangkat desa, serta mengidentifikasi isu-isu yang akan menjadi fokus program kerja.
Sementara pelepasan resmi peserta dijadwalkan pada 7 Juli 2025, disusul pelaksanaan KKM pada 8 Juli hingga 23 Agustus 2025.
Sebanyak 2.034 mahasiswa dari 28 program studi akan diterjunkan ke 95 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kota Cilegon.
Setiap kelompok terdiri dari 21–22 mahasiswa lintas disiplin yang akan melaksanakan program pengabdian secara kolaboratif.
Untuk mengevaluasi program, lokakarya akan digelar di tiga tingkatan: desa (18–20 Agustus), kecamatan (20–23 Agustus), dan kabupaten/kota (30–31 Agustus 2025), yang dipusatkan di kampus Universitas Bina Bangsa.
Mahasiswa akan mempresentasikan hasil kerja masing-masing bidang di hadapan reviewer kampus, sebelum akhirnya menyusun laporan akhir paling lambat 7 September 2025.
Estimasi Biaya dan Ketentuan Pembayaran
Wakil Rektor II, Drs. Gatot Hartoko, M.Si menyampaikan bahwa estimasi biaya pelaksanaan KKM tahun ini belum ditetapkan secara pasti, namun diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 1.800.000 per mahasiswa.
“Setiap kegiatan pasti membutuhkan biaya, namun untuk biaya tahun ini belum turun atau di acc” ungkapnya.
Biaya tersebut mencakup pembekalan, transportasi, konsumsi, atribut, operasional, serta kegiatan bazar dan lokakarya.
Pembayaran dilakukan via transfer melalui rekening Bank Mandiri dan akan divalidasi oleh bagian keuangan kampus sebagai syarat pengambilan kwitansi pembayaran KKM.
Dalam penutupan sosialisasi, pihak LPPM kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh prosedur yang berlaku.
Kenedi, SE., ME menyampaikan bahwa pembagian kelompok dilakukan secara acak dan final. Mahasiswa tidak diperkenankan melakukan pertukaran kelompok dengan alasan apapun.
“Kalau sudah pembagian kelompok, artinya sudah final. Tidak ada titip-menitip atau pindah kelompok,” tegasnya.
Mereka yang bekerja atau memiliki kondisi khusus diwajibkan berkoordinasi dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) untuk pengaturan teknis di lokasi.
KKM 2025 bukan hanya program akademik, tetapi juga wadah pengabdian dan pembentukan karakter mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat.
Universitas Bina Bangsa berharap program ini mampu menumbuhkan kepekaan sosial, mendorong inovasi, dan memperkuat kolaborasi antargenerasi sebagai bekal menghadapi tantangan dunia profesional.
Author : Ersya
Editor : Khaishya

