
Extama – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 58 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melakukan terobosan penting dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas dengan memasang cermin cembung di Kampung Kadongdong, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin (28/07/2025).
Pemasangan cermin ini bertujuan untuk memberikan pandangan yang lebih luas bagi pengguna jalan, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di area rawan.
Tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas di salah satu tikungan Kampung Kadongdong menjadi perhatian serius mahasiswa KKM 58 UNIBA setelah melakukan observasi serta berdiskusi dengan ketua RT/RW dan warga setempat.
Untuk mengatasi keterbatasan jarak pandang pengendara di titik tersebut, mereka menginisiasi pemasangan cermin cembung sebagai langkah preventif dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Ketua Kelompok KKM 58 UNIBA, Moehammad Ramdan, menjelaskan bahwa ide pemasangan cermin cembung bermula dari temuan lapangan saat survei lokasi posko.
“Saat kami survei lokasi posko, kami menemukan jalan menurun yang cukup curam dan menikung tajam. Visibilitas pengendara sangat terbatas, apalagi jika ada kendaraan dari arah berlawanan. Karena itu, kami merasa perlu mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan,” ujar Ramdan.
Keluhan dari warga turut memperkuat urgensi inisiatif tersebut. Banyak warga mengaku kesulitan melihat kendaraan dari arah berlawanan, terutama di tikungan dan jalan yang sempit.
“Banyak warga mengeluhkan kondisi jalan yang berbahaya. Mereka kesulitan melihat kendaraan dari arah sebaliknya,” tambah Ramdan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan, KKM 58 UNIBA pun berinisiatif memasang cermin cembung di titik rawan tersebut sebagai solusi untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari warga sekitar, yang menilai langkah tersebut sebagai wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan pengendara, khususnya di jalan sempit dan menurun.
Selain fokus pada aspek keselamatan berlalu lintas, mahasiswa juga menjalankan berbagai program lain yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan desa.
Selama masa pengabdian, mereka aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan warga, dengan harapan seluruh kegiatan yang dijalankan dapat memberikan dampak positif jangka panjang.
Mahasiswa KKM 58 UNIBA pun berharap agar inisiatif serupa dapat diterapkan di wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menciptakan desa yang lebih aman dan sadar akan keselamatan.
Editor: Mercy

