
Dunia bangkit dalam cahaya,
Menyapa sosok penuh daya.
Bukan sekadar rupa yang indah,
Tapi jiwa yang pantang menyerah.
Tangan lembut namun perkasa,
Membangun mimpi, menjaga rasa.
Di pundaknya harapan dititipkan,
Dalam doanya kasih dibisikkan.
Pintar berpikir, bijak bertindak,
Suaranya lantang tak lagi terdesak.
Punya hak untuk berdiri sama,
Menulis sejarah, mengukir nama.
Ada yang berjuang di meja kantor,
Ada yang mendidik agar tak kotor.
Apapun peran yang dia pilih,
Dunia berutang ribuan terima kasih.
Dia adalah ibu, dia adalah teman,
Penyemangat hidup di setiap zaman.
Kelembutannya bukan berarti lemah,
Itulah kekuatan yang takkan punah.
Tak perlu takut bermimpi tinggi,
Langit masih luas untuk didaki.
Patahkan sekat, dobrak batasan,
Jadilah terang di tengah kegelapan.
Hari ini kita rayakan bersama,
Setiap peluh dan setiap derma.
Hargai dia, jaga martabatnya,
Sebab peradaban lahir darinya.
Teruslah melangkah wahai puan,
Penuh berani, penuh tujuan.
Dunia bangga memilikimu,
Mekar selalu di sepanjang waktu.
Author : Hanifa / Ext

