
Extama – Prof. Dr. H. Bambang Dwi Suseno, S.E., M.M. kini dikenal sebagai Rektor Universitas Bina Bangsa (UNIBA). Ia resmi dilantik sebagai Rektor Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2023–2027, menggantikan Prof. Drs. M. Soeparmoko, M.A., Ph.D. yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Pelaksana Tugas Rektor (Plt) Rektor Uniba.
Sosok Prof. Bambang membawa pengalaman unik yang memadukan perspektif dunia perbankan dan akademisi. Sebelum terjun ke dunia pendidikan tinggi pada tahun 2002, ia telah menghabiskan hampir 14 tahun berkarier di industri perbankan, termasuk empat tahun di anak perusahaan bank di Jakarta sebelum akhirnya pindah ke Serang.
“Saya masuk ke dunia akademik pada tahun 2002. Sebelumnya, saya lama bekerja di bank, hampir 14 tahun. Di dunia perbankan, semua kerja harus tertib dan patuh. Pengalaman itulah yang membentuk pola pikir saya,” ungkap Prof. Bambang.
Perjalanan akademiknya terbilang dinamis. Ia pernah mengajar di berbagai institusi seperti ASMI, Piksi Input Serang, Politeknik, Unsera, dan SDE Banten sebelum akhirnya berlabuh di Universitas Bina Bangsa.
Kariernya di Uniba dimulai pada 2019 sebagai Ketua Program Studi Magister Manajemen (MM). Dedikasinya membawa ia dipercaya menjadi Plt. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada 2021, sembari tetap merangkap jabatan Kaprodi. Pada 2023, seiring dengan reorganisasi institusi, ia diangkat menjadi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi.
Program “Quick Win” dan Nawacita Uniba
Dalam pelantikannya, Prof. Bambang mencanangkan program “Quick Win” untuk 100 hari pertama masa jabatannya. Program ini terdiri dari sembilan agenda prioritas yang ia sebut sebagai “Nawacita Uniba”, mencakup transformasi pola pikir, pola kehormatan, sistem administrasi, hingga manajemen risiko.
“Quick win adalah langkah-langkah mendasar yang bisa dicapai dengan cepat. Ada sembilan program yang menjadi kerangka kebijakan awal saya,” jelasnya.
Meski masa jabatan sebagai rektor PAW terhitung singkat, ia bertekad membawa perubahan signifikan. Prof. Bambang menekankan pentingnya pemetaan sumber daya internal sebelum mengeksekusi langkah strategis, terutama dalam menghadapi kompetisi ketat antar perguruan tinggi swasta saat ini.
Visi Mahasiswa di Era Teknologi
Prof. Bambang memiliki pandangan progresif mengenai peran mahasiswa di era kecerdasan buatan. Ia menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis adalah aset yang tidak bisa digantikan oleh Artificial Intelligence (AI).
“Berdasarkan hasil riset di berbagai negara maju, AI memang bisa menggantikan peran teknis manusia, tetapi tidak bisa menyamai kapasitas berpikir manusia. Mahasiswa harus mengasah kekuatan berpikir mereka, bukan sekadar mengandalkan teknologi,” paparnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk adaptif dan jeli melihat peluang global. Sebagai contoh, ia menyoroti peluang kerja bagi lulusan kesehatan di Timur Tengah dengan kompensasi yang sangat kompetitif. Menurutnya, kompetensi mahasiswa harus diperkuat dengan sertifikasi standar internasional untuk meningkatkan nilai tawar di pasar kerja.
Penguatan Prestasi dan Kepercayaan Diri
Guna mengapresiasi potensi mahasiswa, Prof. Bambang berkomitmen mengembangkan program khusus seperti Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM Uniba). Strategi ini bertujuan membangun kepercayaan diri mahasiswa melalui kompetisi internal sebelum mereka melaju ke tingkat nasional.
“Prestasi mahasiswa terkadang bersifat individual di luar struktur kampus. Bagi mereka yang belum terbiasa berkompetisi, kepercayaan dirinya mungkin masih rendah. Kita perlu mendorong mereka agar menyadari potensi besar yang dimiliki,” tambahnya.
Selain itu, ia merencanakan pelatihan intensif selama masa libur semester untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja secara nyata.
Dengan latar belakang profesional yang matang dan visi pengembangan mahasiswa yang jelas, Prof. Dr. H. Bambang Dwi Suseno diharapkan mampu membawa transformasi jangka panjang bagi civitas akademika Universitas Bina Bangsa di masa kepemimpinannya.
Author : Sella
Editor : Khaishya

