
Extama – Sejak awal Januari, masyarakat dihebohkan dengan penemuan pagar laut misterius yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di perairan Kabupaten Tangerang, Banten. Struktur pagar laut ini terdiri dari bambu-bambu yang ditancapkan ke dasar laut, memicu rasa penasaran dan pertanyaan tentang tujuan dan pelaku di balik pembangunannya.
Reaksi cepat dari pihak berwenang, termasuk pemerintah daerah dan pusat, menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini. Namun, perbedaan pendapat tentang keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam pembangunan pagar laut tersebut menambah kompleksitas kasus ini. Sementara beberapa pihak mengakui peran mereka, yang lain membantah keterlibatan apapun, meninggalkan banyak pertanyaan yang masih menunggu jawaban.
Dari kejadian tersebut, banyak dampak yang menimpa kepada masyarakat, salah satunya dampaknya kepada para nelayan.
Kholid, seorang nelayan dari Desa Kronjo, mengungkapkan bahwa pembangunan pagar laut di Tangerang telah membawa konsekuensi yang serius bagi komunitas nelayan.
Dalam acara Indonesian Lawyer Club (ILC) pada Minggu (19/1/2025), Kholid menyampaikan bahwa pendapatan nelayan telah mengalami penurunan yang signifikan akibat pembangunan pagar laut tersebut.
Kholid juga mengungkapkan bahwa ia telah menerima peringatan dari pihak tertentu untuk tidak mencampuri urusan pagar laut di Tangerang. Namun, Kholid tetap bersikeras untuk memperjuangkan hak-hak nelayan dan menuntut keadilan atas dampak negatif yang dialami oleh komunitasnya.
Kholid melihat pagar bambu sebagai penghalang yang tidak hanya menghambat mata pencaharian nelayan, tetapi juga berpotensi merusak keseimbangan ekosistem laut yang telah terjaga selama ini.
“Ekosistem laut adalah warisan berharga yang harus kita jaga. Bukan hanya kepentingan ekonomi sesaat yang harus diutamakan,” tegas Kholid.
Aksi Kholid mendapatkan dukungan luas dari berbagai kalangan, termasuk organisasi lingkungan, tokoh masyarakat, dan aktivis sosial. Mereka semua memiliki pandangan yang sama, yaitu pembangunan harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan, dampak sosial, dan lingkungan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat peduli dengan isu-isu lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh pembangunan.
Author – (Ine/Ext)

