Peringati HPN 2026, Tokoh Pers Nasional Ajak Mahasiswa UNIBA Jadi ‘Agent of Change’ yang Kritis dan Terverifikasi

Extama – Ratusan mahasiswa memadati Auditorium Lantai 6 Gedung D Universitas Bina Bangsa (UNIBA) pada Sabtu (7/2/2026). Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Banten 2026, digelar Seminar Nasional dan Workshop Jurnalistik yang menghadirkan tokoh-tokoh pers nasional sebagai narasumber.

‎Acara yang berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB ini mengusung semangat untuk memperkuat peran pers mahasiswa di tengah gempuran media sosial.

‎Ketua Bidang Kerjasama PWI Pusat sekaligus Sekretaris HPN 2026, Dr. Ariawan, S.A.P., M.H., M.A., dalam pemaparannya menekankan pentingnya momentum ini bagi mahasiswa.

‎”Saya harap mahasiswa aktif mengikuti seminar dan dapat mengimplementasikan ilmunya dalam kampus pers, serta memanfaatkan momen ini untuk membangun jaringan dengan narasumber hebat yang hadir hari ini,” ujar Ariawan.

‎Senada dengan hal tersebut, Rektor UNIBA Prof. Dr. H. Bambang Dwi Suseno, S.E., M.M., CRGP, dalam sambutannya menyoroti tiga pilar utama jurnalistik. Ia mengajak mahasiswa untuk memahami jurnalisme secara utuh.

“Mari kita wujudkan pers yang sehat sebagai pilar demokrasi,” tegasnya.

‎Sesi materi yang dipandu oleh moderator Hj. Henny Murniati dari Jawapos TV berlangsung dinamis. Isu mengenai pergeseran tren dari media konvensional ke media sosial menjadi sorotan tajam.

‎Dr. Ariawan menyoroti fenomena audiens yang beralih ke influencer karena tingginya biaya operasional televisi. Namun, ia menegaskan bahwa jurnalisme memiliki standar yang tidak dimiliki konten kreator biasa, yaitu verifikasi.

‎”Wajib melakukan verifikasi di Dewan Pers dan sertifikasi di PWI. Ini supaya wartawan terverifikasi. Untuk mendapatkan status perusahaan pers, wajib berbadan hukum, punya kantor jelas, memberikan BPJS Kesehatan, dan gaji yang jelas,” ungkap Ariawan.

‎Ia menambahkan, “Verifikasi Dewan Pers bertujuan menggolongkan mana media yang benar atau abal-abal. Produk jurnalistik harus terverifikasi. Meskipun wartawan itu terbatas dan seringkali terbantu oleh kecepatan media sosial, media mainstream akan kalah jika tidak mengikuti tren tanpa meninggalkan prinsip verifikasi.”

‎Direktur Utama LKBN Antara, Beni Siga Butarbutar, membakar semangat mahasiswa dengan materi mengenai peran mahasiswa sebagai Agent of Change. Menurutnya, pers hari ini tidak cukup hanya menyajikan fakta 5W+1H.

‎”Pers bukan hanya menyajikan fakta, namun sekarang harus investigatif dan thinking journalism. Kebenaran pertama harus menjadi tanggung jawab moral,” ujar Beni.

‎Ia juga menekankan pentingnya Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) memiliki solusi dan harapan dalam setiap pemberitaannya.

“Wartawan harus punya kompetensi, maka harus kritis. Membuka potensi kritis jauh lebih cepat dengan data dan impact-nya. Harus punya solusi dan harapan,” tambahnya.

‎Sementara itu, Direktur CAJ (Confederation of ASEAN Journalists), Ahmed Kurnia S., menyoroti pentingnya akal sehat dalam jurnalistik. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadi “bebek” yang menelan informasi mentah-mentah.

‎”Bagaimana cara kita berpikir kritis? Jangan menelan informasi apa adanya. Jangan main opini saja, harus ada argumennya,” tegas Ahmed.

‎Ia juga mematahkan mitos bahwa jurnalisme data itu sulit. “Data itu tidak harus rumit. Data tersedia di sekitar kita dalam berbagai bentuk, asalkan kita memiliki ketelitian untuk menemukannya. Bisa dari dokumen kebijakan resmi, wawancara, pernyataan resmi, hingga observasi lapangan langsung untuk membandingkan kondisi nyata,” jelasnya.

‎Sesi terakhir ditutup oleh GM Jawapos TV, Nana Sutrisna, yang membahas konvergensi media. Ia mengingatkan bahwa inti dari konten adalah kebermanfaatan.

‎”Berita yang kita sampaikan harus punya manfaat. Jika konten kita bagus dan banyak yang percaya, itu berarti poin-poin standar jurnalistiknya sudah terpenuhi,” pungkas Nana.

‎Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif di mana para mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan kritis kepada para narasumber, mencerminkan semangat baru bagi pers mahasiswa di Banten.

‎Khaishya/Ext

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *