
Extama – Dalam upaya mewujudkan Indonesia Maju, perlindungan sosial bagi pekerja menjadi fondasi penting yang tidak dapat diabaikan. BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai instrumen vital dalam sistem jaminan sosial nasional, memberikan perlindungan komprehensif bagi jutaan pekerja Indonesia.
Untuk memahami lebih dalam peran strategis BPJS Ketenagakerjaan, saya berkesempatan mewawancarai dua narasumber: Arfian, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bina Bangsa yang memberikan perspektif akademis, serta Andika, wartawan Banten Raya yang berbagi pengalaman langsung sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Peran Krusial BPJS Ketenagakerjaan dalam Sistem Jaminan Sosial
Menurut Arfian, BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran yang sangat penting dalam menyediakan perlindungan finansial bagi pekerja terhadap berbagai risiko yang dapat terjadi dalam dunia kerja.
“BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja dari risiko seperti kecelakaan kerja, cacat, kematian, serta menjamin masa depan melalui program JHT dan pensiun,” jelasnya.
Namun, efektivitas program ini tidak hanya bergantung pada keberadaan sistemnya. Arfian menekankan pentingnya peran aktif perusahaan dan pemerintah dalam memastikan implementasi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional berjalan optimal.
“Tinggal bagaimana peran aktif perusahaan dan pemerintah dalam memantau implementasi, agar seluruh karyawan benar-benar merasakan manfaat perlindungan secara optimal,” tegasnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa regulasi saja tidak cukup. Diperlukan pengawasan yang ketat dan komitmen bersama dari berbagai pihak untuk memastikan setiap pekerja mendapatkan haknya.
Masih banyak pekerja terutama di sektor informal yang belum terjangkau program perlindungan ini. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pengalaman Nyata: Rasa Aman dalam Bekerja
Teori tentang jaminan sosial menjadi lebih bermakna ketika dibarengi pengalaman langsung dari pesertanya. Andika, wartawan Banten Raya, menuturkan bagaimana BPJS Ketenagakerjaan memberikan rasa aman dalam profesinya yang penuh risiko.
“BPJS Ketenagakerjaan memberikan banyak manfaat, terutama bagi kami para pegawai. Setiap terjadi kecelakaan, baik saat peliputan maupun dalam perjalanan, pengobatannya bisa ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Ini sangat membantu, walaupun gaji sedikit dipotong untuk iuran tiap bulan,” ungkap Andika.
Sebagai wartawan yang sering turun ke lapangan, Andika menghadapi risiko setiap hari mulai dari kecelakaan saat perjalanan hingga peliputan di lokasi yang rawan.
Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan membuatnya merasa lebih tenang karena jika terjadi sesuatu, ia dan keluarganya tidak akan terbebani secara finansial.
Menariknya, meskipun mengapresiasi manfaatnya, Andika mengaku belum pernah menggunakan fasilitas tersebut.
“Alhamdulillah, belum pernah sampai harus berobat menggunakan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya bersyukur.
Namun, menurutnya, rasa aman yang diberikan jauh lebih penting.
“Jaminan untuk pegawai itu penting supaya kita merasa aman saat bekerja, meliput berita, dan bersentuhan dengan masyarakat. Itu keuntungan BPJS,” tambahnya.
Pernyataan ini menggambarkan esensi sejati jaminan sosial: bukan hanya soal bantuan ketika musibah datang, tetapi juga ketenangan yang dirasakan setiap hari.

Jaminan Ketenagakerjaan sebagai Fondasi Pembangunan SDM
Ketika ditanya tentang pentingnya jaminan ketenagakerjaan dalam pembangunan SDM Indonesia, Arfian memberikan pandangan komprehensif.
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran strategis yang tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Dengan perlindungan yang kuat, Indonesia dapat membangun SDM yang tangguh, sehat, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global,” ungkap Arvian.
Pengalaman Andika menguatkan pernyataan tersebut. Pekerja yang terlindungi akan merasa lebih aman, fokus, dan termotivasi dalam bekerja. Mereka tidak perlu khawatir berlebihan terhadap risiko kecelakaan kerja atau masa depan keluarga mereka.
Rasa aman ini menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, mendorong produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Pesan untuk Pekerja Indonesia: Segera Daftar dan Bayar Iuran Secara Rutin
Berdasarkan pengalamannya, Andika menyampaikan pesan penting bagi semua pekerja Indonesia yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Segera mendaftar BPJS Ketenagakerjaan dan bayarlah iurannya secara rutin. Supaya masa depan terjamin, dan kalau sakit atau terjadi sesuatu, bisa terbantu,” pesannya.
Pesan sederhana namun bermakna ini mengingatkan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya tentang kewajiban administratif, tetapi investasi untuk perlindungan masa depan.
Dengan membayar iuran secara rutin, pekerja membangun jaring pengaman bagi diri dan keluarga mereka, sehingga tidak ada penyesalan ketika risiko datang tanpa diduga.
Author : Olip

