
Extama – Dalam rangka mendukung gaya hidup sehat, mandiri, dan berkelanjutan, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 58 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Tanam TOGA di Rumah, Sehat untuk Keluarga” di kediaman salah satu kader desa, Bu Etin, yang berlokasi di Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Jumat (8/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat dan kegunaan tanaman obat keluarga (TOGA), seperti jahe, kunyit, dan sereh, yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.
Mahasiswa KKM 58 UNIBA tidak hanya memaparkan khasiat masing-masing tanaman, tetapi juga memberikan panduan praktis tentang cara menanam, merawat, hingga memanfaatkannya sebagai obat alami untuk menjaga kesehatan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal TOGA dan menyadari bahwa tanaman di sekitar kita bisa menjadi obat yang alami, aman, dan murah,” ungkap Dian, salah satu anggota KKM 58 UNIBA.
Sementara itu, Salsa menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran kolektif masyarakat terhadap kekayaan hayati lokal.
“Tanaman obat sebenarnya sudah lama ada di sekitar kita, hanya saja jarang dimanfaatkan secara optimal. Padahal, manfaatnya besar sekali, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh dan mengatasi penyakit ringan tanpa harus selalu mengandalkan obat kimia,” jelasnya.
Mala, anggota KKM lainnya, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi awal dari kebiasaan baru di tengah masyarakat.
“Semoga setelah program KKM ini selesai, masyarakat tetap melanjutkan kebiasaan menanam TOGA di rumah masing-masing. Dengan begitu, mereka bisa merawatnya sendiri dan memetik hasilnya untuk kesehatan keluarga,” ujarnya penuh semangat.
Tidak hanya diisi dengan penyuluhan, kegiatan ini juga mengajak warga untuk langsung mempraktikkan penanaman TOGA bersama-sama di halaman rumah warga.
Banyak warga mengaku kegiatan ini membuka wawasan mereka tentang pengobatan tradisional yang sederhana namun efektif. Selain itu, adanya praktik langsung membuat masyarakat lebih percaya diri untuk mulai menanam TOGA di lahan kosong yang dimiliki.
Melalui gerakan ini, Mahasiswa KKM 58 UNIBA tidak hanya menanam bibit-bibit tanaman obat di tanah, tetapi juga menanam kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan di hati masyarakat Desa Nameng.
Harapannya, langkah kecil ini dapat menjadi awal dari perubahan gaya hidup yang lebih sehat, alami, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga bertahun-tahun ke depan.
Editor : Mercy

