Lagi lagi aku terpaku.
Pada bumantala yang sendu.
Pada tatapan kosong ini.
Aku kembali bersamaimu dalam lamunan.
Membuat cerita yang tercipta dalam khayalanku.
Mari ikut aku.
Akan ku ajak dirimu duduk di sampingku.
Ku Ajak dirimu menikmati angin di taman ini Lalu akan ku jelaskan.
Bahwa dirimu bagaikan bunga yang afemeral.
Tetapi rasaku seperti angin yang tak pernah hilang.
Aku masih disini.
Menunggu mu tanpa ada kata tapi dan tanpa tepi.
Ya.
Aku hanyalah sang manusia pilon.Yang selalu menatap cakrawala.
Juga menikmati derai hujan,Berharap anila membawa pergi sang lara.
Dan berharap bahwa harsa akan kembali datang.
Autor – (Nila/Ext)

