Dilema Pembentukan BEM dan DPM yang Tak Kunjung Rampung

Extama – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) hingga saat ini masih belum memiliki Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Proses pembentukan BEM dan DPM telah berlangsung selama hampir dua tahun, namun belum juga mencapai hasil yang memuaskan.

Minimnya partisipasi mahasiswa dalam forum musyawarah dan tidak adanya kejelasan serta dukungan dari pihak kampus menjadi faktor penghambat utama. Kurangnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya BEM dalam meningkatkan kualitas hidup akademik dan non-akademik juga memperburuk situasi.

BEM merupakan lembaga eksekutif yang strategis dalam menyuarakan keresahan mahasiswa dan berperan sebagai perwakilan mahasiswa dan penghubung antara mahasiswa dan pihak civitas akademika (kampus). Tanpa BEM, kegiatan kampus menjadi kurang terorganisir dan cenderung berjalan individual. Mahasiswa tidak memiliki tempat untuk menyampaikan keluhan, kritik serta usulan kepada pihak rektorat.

Dalam konteks demokrasi kampus, kehadiran BEM sangat krusial sebagai wujud perwujudan suara mahasiswa. Demokrasi kampus yang sehat memerlukan partisipasi aktif mahasiswa dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah yang ada. Tanpa lembaga yang jelas seperti BEM, mahasiswa kehilangan saluran resmi untuk mengutarakan aspirasi, yang berpotensi menghambat tumbuhnya iklim demokrasi di kampus.

Tidak hanya BEM, pembentukan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) juga memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya kebijakan dan memastikan hak-hak mahasiswa terpenuhi. DPM dan BEM harus berkolaborasi untuk memastikan bahwa kebijakan kampus tidak hanya berpihak pada kepentingan akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mahasiswa secara menyeluruh. Demokrasi kampus yang sehat akan tercapai bila kedua lembaga ini berfungsi dengan baik, saling mengimbangi dan memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa untuk berpartisipasi.

Abdur, ketua dari himpunan prodi hukum ikut prihatin dengan BEM dan DPM yang sampai saat ini masih belum ada titik terang. Ia dan beserta rekan-rekan seperjuangannya, berusaha memperjuangkan agar BEM dan DPM segera terbentuk.

“Saya beserta teman-teman organisasi lainnya, sampai saat ini sedang diusahakan. Mangkanya rekan-rekan harus bersama menggait kawan-kawan yang lainnya untuk bersuara atau advokasi, dan kami juga ada rencana buat mediasi dengan pihak kampus setelah struktural kabinet ini sudah berjalan.” tuturnya.

Pembentukan BEM dan DPM Universitas Bina Bangsa (UNIBA) harus menjadi prioritas utama. Dengan kerja sama antara mahasiswa, pihak kampus, dan lembaga, diharapkan proses pembentukan BEM dan DPM dapat segera rampung dan berfungsi secara efektif. Ini adalah langkah penting untuk memajukan demokrasi kampus dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih terstruktur dan produktif.

Author – (Oliv/Ext) Editor – (Waty/Ext)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *