Wacana Sekolah dan Kuliah Online Gugur Akibat Banyaknya Kecaman

Extama – ‎Rencana penerapan kembali pembelajaran daring (PJJ) bagi sekolah dan perguruan tinggi pada April 2026 dipastikan tidak jadi dilaksanakan setelah menuai berbagai kritik dari masyarakat.‎‎

Sebelumnya, rencana ini muncul sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional. Pembelajaran jarak jauh dinilai dapat mengurangi mobilitas serta penggunaan energi di sektor pendidikan. ‎Namun, alih-alih mendapat respon baik, justru rencana tersebut mendapat penolakan dari berbagai pihak. Banyak yang khawatir kebijakan ini akan berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran, mengingat pengalaman selama pandemi menunjukkan bahwa adanya risiko learning loss dan terbatasnya interaksi antara siswa dan tenaga pengajar.‎‎

Menanggapi hal tersebut, pemerintah akhirnya memutuskan untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Interaksi langsung dinilai masih menjadi faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif. Dimana, kehadiran fisik guru dan siswa di ruang kelas menciptakan sebuah lingkungan yang kondusif bagi diskusi interaktif dan pemahaman materi yang lebih mendalam.

Selain itu, berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran daring turut menjadi faktor pertimbangan, seperti masalah ketidakmerataan akses internet yang menghambat banyak siswa dari berbagai daerah, serta beban tambahan yang sering kali dirasakan oleh orang tua dan rumah tangga yang harus mendampingi anak-anak mereka selama belajar dari rumah.

Author : Tari / Ext

Editor : Sella / Ext

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *