Benarkah Tahun Baru Kali Ini, Berbeda Dengan Tahun Lainya? Mengapa?

Extama – Say goodbye to 2024, dalam hitungan jam kita akan menyambut 2025. Tentu saja, setiap insan memiliki kenangan. Apapun kenangannya, baik buruknya,  semangat menyambut tahun baru harus tetap hadir dengan penuh harapan baru, dan peluang untuk memulai sesuatu yang lebih baik.

Tahun Baru 2025 akan menghadirkan momen istimewa bagi umat Islam, di mana tanggal 1 Januari 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1446 Hijriah.

Meskipun perayaan keduanya berbeda, baik dalam konteks budaya maupun keagamaan, keduanya tetap memiliki nilai penting yang patut kita syukuri dan rayakan.

• Harapan Baru
Tahun Baru memberi kesempatan bagi setiap orang untuk memulai lembaran baru, dengan penuh harapan dan resolusi. Begitu juga dengan 1 Rajab, yang menandai awal persiapan umat Islam menyambut bulan-bulan penuh berkah seperti Ramadan.

• Refleksi Diri
Kedua perayaan ini mengajak kita untuk merenung sejenak, mengevaluasi diri atas perjalanan hidup dan pencapaian yang telah diraih selama setahun, serta menetapkan tujuan yang lebih baik untuk masa depan.

•.Semangat Pembaruan
Tahun Baru adalah simbol bagi pembaruan, baik itu dalam hal kebiasaan, pemikiran, atau tujuan hidup. Begitu pula dengan 1 Rajab, yang menjadi pengingat untuk memperbaharui niat dan semangat dalam beribadah kepada Allah.

• Kesempatan untuk Berbagi dan Bersyukur
Keduanya juga memberikan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, baik itu dalam perayaan tahun baru atau melalui amalan ibadah yang lebih baik di bulan Rajab.

•Momen Spiritual dan Sosial
Meskipun keduanya memiliki konteks yang berbeda, keduanya tetap menjadi momen yang mempererat hubungan sosial dan spiritual, baik dengan sesama maupun dengan Tuhan. Tahun baru mempererat hubungan sosial melalui perayaan bersama, sementara 1 Rajab memperdalam hubungan spiritual dengan Allah melalui perenungan dan ibadah.

Dengan berbagai persamaan tersebut, kita dapat menyambut tahun baru dan 1 Rajab dengan penuh semangat dan harapan, serta menjadikan keduanya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa.

Author – (Dina/Ext) Editor – (Waty/Ext)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *