Extama – Banyaknya kasus gangguan mental di kalangan mahasiswa menjadi sorotan penting dalam upaya menjaga kesejahteraan jiwa di lingkungan pendidikan.
Kasus percobaan bunuh diri dan penyimpangan perilaku di kalangan mahasiswa semakin meningkat, memperlihatkan adanya krisis kesehatan mental yang tidak boleh diabaikan.
Berbagai faktor seperti tekanan akademik, kesulitan beradaptasi, ketidakpastian masa depan, beban ekonomi, dan persaingan di dunia kerja bagi mahasiswa menjadi pemicu utama.
Dilansir dari laman hallosehat.com, seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental memiliki ciri-ciri hilangnya minat dalam beraktivitas, perasaan sedih yang mendalam, khawatir berlebih, kesulitan berkonsentrasi, insomnia dan memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri.
Akibat terjadinya penyimpangan pada kehidupan mahasiswa, tidak sedikit cara mereka menyikapi perasaan stres dengan penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.
Upaya yang dapat dilakukan untuk kesejahteraan jiwa pada diri sendiri adalah dengan cara memiliki support system, relasi yang supportif, melakukan perawatan diri, manajemen waktu yang baik, berolahraga, dan istirahat yang cukup.
Untuk menghindari terjadinya gangguan kesehatan mental pada diri, mengenali dan memahami kondisi fisik serta mental sangatlah penting tetapi jangan lakukan self-diagnose dan segeralah lakukan konsultasi kepada para tenaga profesional.
Di era sekarang ini, sudah banyak program-program yang memberikan dukungan layanan konsultasi kesehatan mental baik dari pemerintah, komunitas, maupun lembaga-lembaga terkait.
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jadi, penting untuk menjaga keduanya agar dapat menjalani kehidupan mahasiswa yang seimbang dan positif.
Author – (Abdina/Ext)
Editor – (Ajeng/Ext)

