
Extama – Ratusan mahasiswa akan menggelar puncak aksi demonstrasi dengan tajuk Indonesia gelap pada kamis 20 februari 2025, bertepatan dengan pelantikan 481 kepala daerah terpilih secara serentak di istana merdeka.
Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Herianto mengatakan, hari itu sengaja dipilih untuk menegaskan pada kepala daerah yang dilantik tentang beban dan tanggung jawabnya kepada masyarakat.
“Mau menegaskan bahwa kepala-kepala daerah ada beban dan tanggung jawab yang harus segera dijalankan, untuk kesejahteraan rakyatnya, yang bisa menghadirkan kebijakan-kebijakan prorakyat,” ujar Herianto dalam program Sapa Pagi di Kompas TV, Rabu (19/2/2025).
Aksi ini merupakan respon amarah publik terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang di anggap merugikan masyarakat dan dunia pendidikan.
Berdasarkan keterangan dari Bima Arya Sugiarto selaku Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), pelantikan kepala daerah akan digelar pada Kamis 20 Februari 2025. Pelantikan akan digelar pukul 10.00 WIB, bertempat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Herianto selaku koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengatakan, akan mengadakan teknis lapangan (teklap) pada Rabu (19/2/2025) malam, untuk membahas persiapan aksi.
Adapun puncak demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” di depan Istana Negara, Jakarta Pusat pada Kamis (20/2/2025), bersamaan dengan pelantikan kepala daerah.
“Kemungkinan besarnya di depan Istana Negara,” kata Herianto pada Selasa (18/2/2025).
Herianto belum dapat memastikan waktu dan titik kumpul pada aksi mendatang. Namun menurut Herianto, jumlah massa yang akan turun aksi Indonesia Gelap jauh lebih besar mengingat tuntutan mereka hingga kini tidak mendapatkan respons positif dan titik terang dari pemerintah.
“Kita berharap semoga sebelum hal itu terjadi pemerintah harus segera merespons hal tersebut,” katanya.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin, 17 Februari 2025. Sebanyak 1.623 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi.
Koordinator Pusat BEM SI Herianto mengaku kecewa akibat pemerintah tidak menemui massa aksi pada Senin (17/2/2025). Pemerintah tidak mendengar suara mahasiswa yang turun aksi ke jalan sesuai dengan tajuk Indonesia Gelap.
“Kami sangat kecewa dengan pihak pemerintah yang tidak pernah sama sekali mau menemui massa aksi dalam menyampaikan poin tuntutan kami,” ujarnya, Rabu (19/2/2025).
“Sikap yang ditunjukkan itu sesuai dengan tajuk aksi kita Indonesia Gelap artinya pemerintah tidak mau mendengar akan pencerahan dari rakyat,” tambahnya.
Dengan demikian aksi demonstrasi ini diharapakan dapat didengar dan direspon dengan baik oleh pemerintah dan bisa menghadirkan kebijakan kebijakan prorakyat.
Author – (Olip/Ext)
Editor – (Waty/Ext)

