
Extama – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Bina Bangsa resmi memperkenalkan inovasi terbaru dalam penyaluran suara mahasiswa melalui program “Ruang Aspirasi Mahasiswa”, yang diresmikan pada Jumat (28/11/2025).
Program ini hadir sebagai wadah digital yang memudahkan mahasiswa menyampaikan aspirasi, kritik, saran, maupun pengaduan terkait kehidupan kampus.
Layanan ini telah mulai berjalan sejak 1 Oktober 2025 dan dirancang untuk memberikan ruang yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi seluruh mahasiswa UNIBA.
Ketua DPM UNIBA, Reza Triyana, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat fungsi pengawasan sekaligus penyaluran aspirasi mahasiswa.
“Kami ingin memastikan setiap suara mahasiswa didengar, dihargai, dan diperjuangkan. Tidak ada aspirasi yang terlalu kecil untuk diperhatikan. Semua akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku,” ujarnya.
Dengan pendekatan digital berbasis QR Code, mahasiswa dapat mengakses layanan ini hanya dengan memindai kode yang telah disediakan melalui link statis kampus.
Setelah pemindaian, mahasiswa akan diarahkan langsung ke Google Form resmi DPM sebagai media penyampaian aspirasi. Mereka akan diarahkan ke Google Form yang harus diisi dengan identitas lengkap, seperti nama, nomor induk mahasiswa, fakultas, program studi, dan angkatan.
Mahasiswa kemudian dapat menuliskan aspirasi, kritik, saran, atau pengaduan secara jelas dan spesifik. Semua identitas yang dicantumkan dijamin kerahasiaannya serta hanya digunakan untuk proses verifikasi internal DPM.
Setelah formulir dikirim, setiap aspirasi akan diproses dan dimasukkan ke dalam laporan resmi DPM untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur organisasi.
Ruang Aspirasi Mahasiswa dirancang dengan beberapa tujuan penting yang saling menguatkan. Program ini menjadi wadah resmi bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai persoalan kampus secara lebih tertata.
Melalui layanan ini, DPM ingin membangun komunikasi dua arah yang efektif antara mahasiswa dengan lembaga kampus, sehingga setiap isu atau masukan dapat ditangani secara lebih terbuka dan bertanggung jawab.
Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyaluran aspirasi, sehingga mahasiswa dapat mengetahui bahwa suara mereka benar-benar diproses dan ditindaklanjuti.
Melalui sistem berbasis digital, akses penyampaian aspirasi pun menjadi jauh lebih mudah, praktis, dan dapat dilakukan kapan saja.
Pada akhirnya, kehadiran Ruang Aspirasi Mahasiswa mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih kondusif, responsif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan baik akademik maupun non-akademik.
Author : Olip
Editor : Mercy

