Extama – Dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi lokal di Desa Barugbug Kecamatan Padarincang, Mahasiswa Kkm kelompok 30 mengadakan sosialisasi pemanfaatan tumbuhan herbal yaitu daun kelor dan serai kepada ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu Desa Barugbug pada 3 Agustus 2024.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada ibu-ibu PKK dan Kader posyandu dalam memanfaatkan tumbuhan kelor dan serai sebagai bahan baku produk inovatif yang bernilai ekonomis tinggi. Tumbuhan kelor dan serai dikenal memiliki berbagai manfaat, baik untuk kesehatan maupun untuk kecantikan, sehingga potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM.
Ibu Lurah Desa Barugbug dalam sambutannya menyampaikan, “saya berharap melalui sosialisasi ini, para ibu-ibu PKK dan Kader posyandu dapat memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar kita, seperti kelor dan serai, untuk menciptakan produk-produk bernilai tambah yang dapat bersaing di pasar lokal maupun internasional.” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Cindi Saputri selaku koordinator Bidang UMKM & Ekonomi Kreatif di Kelompok KKM 30 desa Barugbug, memberikan pemaparan mengenai tata cara budidaya kelor dan serai, teknik pengolahan, serta strategi pemasaran produk berbasis kelor dan serai.
“Daun kelor dan serai tidak hanya mudah ditanam dan dipelihara, tetapi juga memiliki manfaat yang luar biasa. Daun kelor bisa diolah menjadi berbagai produk, contoh yang kami buat di sini adalah Teh Herbal Daun Kelor dan Stik Daun Kelor, serta Spray Anti Nyamuk dari bahan serai. Cara mengelola ketiga produk ini cukup mudah, dan tidak memerlukan modal yang besar.” ujar Cindi.
Para peserta sosialisasi juga diberikan kesempatan untuk mencicipi Teh Herbal Daun Kelor dan Stik Daun Kelor yang di buat oleh Kelompok KKM 30 Universitas Bina Bangsa. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi selama sesi berlangsung.
Salah satu peserta, Tini selaku ketua Kader posyandu Desa Barugbug mengungkapkan, “Kami sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Selain mendapatkan ilmu baru, kami juga termotivasi untuk mengembangkan produk-produk berbasis kelor dan serai yang inovatif dan berkualitas. Ini adalah peluang besar bagi kami untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar.” ujarnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan ekonomi di Desa Barugbug terus meningkat melalui UMKM yang lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usahanya, serta mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Author – (Cindi/KKM Kelompok 30 Uniba) Editor – (Waty/Ext)

