Gelar Rapat Koordinasi, Mahasiswa KKM 79 UNIBA Paparkan Proker, Pemdes Sukadaya Minta Ada Program Berdampak Nyata


Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 79 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) memaparkan rencana program kerja kepada Pemerintah Desa Sukadaya dalam Rapat Koordinasi dan Pemaparan Program Kerja yang berlangsung di Kantor Desa Sukadaya, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.30 WIB itu dihadiri 24 peserta, di antaranya Kepala Desa Sukadaya Suheri Suryaningrat, Sekretaris Desa Cecep Sutisna, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, Ketua RW 04, Ketua RT 10, RT 11, RT 12, serta mahasiswa KKM Kelompok 79 UNIBA. Rapat koordinasi tersebut menjadi forum awal untuk menyelaraskan program pengabdian mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat desa, sekaligus ruang diskusi untuk memperoleh masukan agar setiap program dapat dilaksanakan secara efektif dan memberi manfaat berkelanjutan selama 40 hari masa KKM.

Ketua Kelompok KKM 79 UNIBA, Arizal Almunawar, mengatakan seluruh program kerja disusun berdasarkan tema KKM Tahun 2026, yakni “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Pendidikan, Ekonomi Lokal, Sosial Budaya, Lingkungan, dan Tata Kelola Desa/Kelurahan Menuju Desa/Kelurahan Berdampak.” Ia menjelaskan, pelaksanaan program juga mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

“Melalui rapat koordinasi ini kami ingin menyampaikan kepada pemerintah desa dan masyarakat mengenai program-program yang akan kami laksanakan selama masa KKM. Kami berharap setiap program dapat dijalankan melalui kolaborasi bersama sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Arizal.

Dalam pemaparannya, mahasiswa memperkenalkan lima bidang program kerja yang menjadi fokus pelaksanaan KKM, yaitu bidang pendidikan, keagamaan, dan penguatan karakter masyarakat; bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif; bidang sosial, budaya, hukum, dan pemberdayaan masyarakat; bidang lingkungan hidup, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat; serta bidang tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, dan inovasi teknologi.

Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Desa Sukadaya, Suheri Suryaningrat, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang telah menyusun program kerja sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan KKM menjadi momentum untuk menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.

Suheri turut menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pencapaian SDGs 1 atau Tanpa Kemiskinan. Menurutnya, pembangunan masyarakat yang berkelanjutan memerlukan peningkatan kapasitas dan kemandirian warga agar tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan sosial. “Bantuan yang mendukung pelayanan dasar seperti BPJS Kesehatan maupun Kartu Indonesia Pintar tetap memiliki peran penting, namun masyarakat juga perlu didorong agar semakin mandiri melalui peningkatan kemampuan dan produktivitas,” katanya.

Mengingat wilayah Desa Sukadaya yang cukup luas, Suheri menyarankan pelaksanaan program difokuskan pada wilayah sekitar posko atau paling banyak mencakup dua RW agar pendampingan kepada masyarakat dapat dilakukan secara maksimal. Ia juga berharap dari lima bidang program yang dipaparkan, terdapat sedikitnya satu program unggulan yang meninggalkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat setelah masa KKM berakhir.

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam forum diskusi adalah rencana pembentukan Pojok Baca. Menurut Suheri, keterbatasan fasilitas di SDN 1 Sukadaya dapat diatasi dengan memanfaatkan ruang publik yang telah tersedia di lingkungan masyarakat, seperti pos ronda. Ia menekankan bahwa keberhasilan program literasi itu tidak hanya bergantung pada tersedianya tempat membaca, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa menumbuhkan minat baca anak-anak agar budaya literasi tumbuh berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Pada bidang pemberdayaan ekonomi, Kepala Desa mendorong mahasiswa mengoptimalkan potensi UMKM Desa Sukadaya yang selama ini didominasi sektor jasa, usaha konveksi, serta industri rumahan produksi emping. Ia berharap mahasiswa mampu memberikan pendampingan melalui inovasi pemasaran, penguatan promosi, maupun peningkatan kapasitas pelaku usaha agar daya saing produk lokal meningkat.

Sekretaris Desa Sukadaya, Cecep Sutisna, menyampaikan dukungan terhadap program kerja pada bidang tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, dan inovasi teknologi. Menurutnya, pelaksanaan program tersebut memerlukan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah desa agar implementasinya berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Dukungan serupa disampaikan Tim Penggerak PKK yang menyatakan kesiapan berkolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, sementara Ketua RW 04 bersama Ketua RT 10, RT 11, dan RT 12 turut mendukung pelaksanaan program Pojok Baca dengan mengizinkan pemanfaatan pos ronda sebagai ruang literasi bagi anak-anak di lingkungan mereka.

Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal terbangunnya sinergi antara mahasiswa KKM 79 UNIBA dan Pemerintah Desa Sukadaya dalam mewujudkan program pengabdian berbasis kebutuhan desa, dengan harapan seluruh program yang dijalankan selama 40 hari mampu memberikan dampak nyata sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.

Author : Arizal

Editor : Khaishya/Ext

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *