
Extama – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Extama Universitas Bina Bangsa kembali mencetak prestasi membanggakan. Dua jurnalis muda yang berkilau itu yakni, Waty Anggraeni meraih juara pertama dan Ira Safaat mendapatkan juara favorit dalam ajang Asia Journalism Fellowship @INDONESIA WORKSHOP yang diadakan di Universitas Bakrie, pada Minggu (23/02/2025).
Workshop ini mengusung tema “Creating Impactful Multimedia Content to Combat Misinformation Effectively” dan bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis muda dalam menciptakan konten multimedia yang mampu melawan misinformasi secara efektif.
Workshop ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai universitas ternama, seperti Universitas Indonesia, Telkom University Bandung, Universitas Al-Azhar, serta Universitas Bakrie sebagai tuan rumah.
Sebelum mengikuti workshop, peserta terlebih dahulu diseleksi berdasarkan keaktifan mereka di media sosial sebagai bentuk self-branding. Dari seleksi tersebut, dua dari anggota LPM Extama berhasil lolos dan mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti kegiatan ini.
Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk memproduksi karya jurnalistik yang tidak hanya menarik tetapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi dan cara menghadapi hoaks di era digital.
Workshop dimulai dengan berbagai sesi materi dari para ahli di bidang jurnalisme dan multimedia. Setelah itu, peserta dibagi dalam kelompok kecil berisi tiga hingga empat orang untuk menghasilkan karya multimedia dalam waktu yang sangat terbatas, hanya satu jam.
Menghadapi keterbatasan waktu, Wati dan timnya tetap fokus dan memaksimalkan kesempatan yang ada. “Tantangan terbesar dalam pembuatan karya kemarin adalah waktu, karena sangat terbatas. Namun, saya dan tim berusaha untuk memaksimalkannya dengan baik,” ungkap Waty dalam wawancara (24/02/2025).
Dengan ide yang kuat dan kerja sama tim yang solid, Waty dan kelompoknya berhasil menjadi pemenang pertama dalam kompetisi ini. Setelah meraih juara, ia menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaiannya.
“Ini adalah kesempatan besar untuk belajar dan berbagi pengalaman dengan teman-teman dari berbagai universitas ternama. Saya merasa lebih termotivasi untuk terus berkarya dan mengedukasi masyarakat melalui konten yang akurat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Waty menekankan pentingnya peran jurnalis muda dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.
“Kompetisi ini mengajarkan saya untuk lebih peduli terhadap dampak dari setiap konten yang kita buat. Kami tidak hanya sekadar menghasilkan berita, tapi juga bertanggung jawab memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik adalah informasi yang benar,” jelasnya.
Keberhasilan Waty dan timnya tidak lepas dari relevansi karya mereka dengan tema workshop serta pemenuhan berbagai kriteria penilaian yang ditetapkan oleh panitia.
“Kami berusaha membuat konten yang relevan dengan tema, yakni pentingnya peran multimedia dalam melawan misinformasi. Kami percaya bahwa media yang kita miliki harus dimanfaatkan dengan baik untuk cross-check informasi, bukan malah menyebarkan berita yang belum terverifikasi,” tambahnya.
Tidak hanya Waty, rekannya Ira Safaat juga memberikan kontribusi luar biasa dalam kompetisi ini. Kelompoknya berhasil meraih juara favorit, sebuah penghargaan spesial yang diberikan kepada tim nya dari total delapan kelompok yang berpartisipasi.
Keberhasilan kedua anggota LPM Extama dalam ajang ini menjadi bukti nyata bahwa jurnalis muda memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.
Dengan semangat dan dedikasi tinggi, mereka mampu menciptakan konten berkualitas yang tidak hanya menarik tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat luas.
Author – (Khaishya/Ext)
Editor – (Ajeng/Ext)

