
Extama — Sebanyak 1.552 masyarakat Baduy memadati Alun-Alun Barat Kota Serang dalam rangka pelaksanaan tradisi Seba Baduy 2026, pada Jumat (25/04/2026). Tradisi ini merupakan puncak ritual kepercayaan masyarakat Desa Kanekes yang dilaksanakan setiap tahun dengan membawa hasil bumi sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur.
Pelaksanaan Seba Baduy tahun ini berlangsung meriah dengan menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya, seperti lomba permainan tradisional, debus, barongsai, teater musikal, hingga berbagai kesenian khas Banten lainnya. Kegiatan tersebut menarik perhatian masyarakat, baik dari dalam maupun luar Provinsi Banten.
Selain pertunjukan seni, acara ini juga diramaikan oleh bazar ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat Baduy Luar serta pelaku UMKM lokal. Kehadiran bazar tersebut turut memberikan ruang promosi bagi produk-produk lokal sekaligus meningkatkan daya tarik acara bagi para pengunjung.
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya terhadap masyarakat Baduy yang tetap menjaga kemurnian tradisi secara turun-temurun. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal, khususnya dalam menjaga kelestarian alam dan keharmonisan hidup.
Ia juga menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus mendukung masyarakat Baduy, terutama dalam menjaga lingkungan serta memenuhi kebutuhan dasar, tanpa mengganggu adat istiadat yang telah diwariskan.
Rangkaian acara Seba Baduy di Kota Serang berlangsung selama dua hari. Kegiatan inti berupa ritual Seba dilaksanakan pada malam hari, pukul 19.00–22.00 WIB di Gedung Negara Provinsi Banten.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan masyarakat Baduy menuju Seba Panungtung pada pukul 06.30–07.30 WIB di Pendopo Kabupaten Serang.
Acara ditutup dengan peluncuran layanan QRISTAP Bus Damri rute Serang–Ciboleger sebagai upaya mendukung aksesibilitas menuju kawasan Baduy.
Author : Andrean / Ext
Editor : Khaishya / Ext

