Menilik Insiden RILAYA: Dari Kesaksian Penonton hingga Janji Transparansi Panitia.

Penampilan terakhir band ‘Scandal’ sebelum insiden berlangsung


Extama – Insiden kekerasan yang terjadi di tengah gelaran konser musik RILAYA, acara hiburan yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) di area FKIP Kampus B, Sabtu malam (30/5/2026), masih menyisakan banyak tanda tanya. Sejumlah mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka akibat keributan yang pecah di tengah kerumunan penonton, dan hingga kini kronologi sesungguhnya belum dapat dipastikan oleh pihak penyelenggara.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber, insiden bermula sekitar pukul 21.30 WIB saat acara musik tengah berlangsung. Dua laporan dari media lokal menyebutkan korban yang berbeda. Laporan pertama menyebut korban adalah mahasiswa salah satu fakultas di UNIBA berinisial Y.S., yang mengaku menjadi sasaran pengeroyokan usai bersenggolan dengan mahasiswa berinisial M.W.F. Laporan kedua menyebut korban adalah mahasiswa dari fakultas yang berbeda berinisial I.C.F.S., yang mengaku dipukul dan dikeroyok oleh sejumlah orang setelah bersenggolan dengan mahasiswa berinisial B. yang diduga berada dalam pengaruh alkohol. Perbedaan identitas korban dalam dua laporan ini belum dapat diklarifikasi hingga berita ini diturunkan.

Seorang mahasiswi berinisial A yang hadir sebagai penonton malam itu, menuturkan bahwa keributan mulai terlihat saat salah satu grup musik tampil, bukan sejak lagu pertama seperti yang sempat beredar. “Katanya itu lagu ketiga. Saya ngeliat ada orang keliling-keliling sambil joget-joget yang kayaknya udah setengah mabuk,” tuturnya.

Ia menggambarkan situasi yang dengan cepat memanas dan meluas ke berbagai titik. “Tadinya cuma satu, dua titik. Tiba-tiba di sebelah kiri ada lagi yang ribut, di belakang juga ada lagi. Sempat direda, ribut lagi, reda, ribut lagi,” katanya. Sekitar pukul 22.45 WIB, seluruh area konser akhirnya dibubarkan oleh pihak keamanan untuk evaluasi.

Mahasiswi itu juga menyampaikan informasi yang berbeda dari narasi yang beredar di sejumlah media sosial. Ia menyebut salah satu nama yang dituding sebagai pelaku dalam narasi tersebut justru berperan sebaliknya malam itu. “Dia bukan pelaku tapi malah ngebantu untuk ngelerai. Karena dia panitia di acara RILAYA, dia sebagai penanggung jawab,” ujarnya.

Soal asal muasal konflik, A. menyebut informasi yang ia terima menunjuk pada mahasiswa dari luar lingkungan UNIBA sebagai pemicu awal keributan. Namun informasi ini belum dapat dikonfirmasi kebenarannya oleh panitia penyelenggara hingga berita ini diturunkan.

Ketua Pelaksana RILAYA, Rifqi Hibatullah dalam wawancara dengan Extama, Selasa (02/06/2026), mengakui pihaknya belum dapat memastikan kronologi sesungguhnya. “Bahkan dari lagu pertama sudah terjadi senggol-senggolan yang dimana dengan genre guest star yang pop agak janggal jika terjadi kerusuhan, jadi kita masih mencari kronologi sebenarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak panitia sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat, namun identitas mereka masih dirahasiakan demi menjaga kondusivitas. “Kita sudah mengantongi beberapa nama dengan bukti yang ada, namun tetap masih menjadi rahasia kami selaku penyelenggara,” ujar Rifqi.

Terkait penyelesaian, Rifqi memastikan akan ada audiensi bersama yang melibatkan panitia penyelenggara, BEM, dan pihak kemahasiswaan. “Akan kita audiensikan dari yang mengawali kericuhan dan juga para korban untuk mempertanyakan mau diselesaikan bagaimana,” jelasnya. Ia juga berkomitmen proses tersebut akan terbuka untuk media. “Dengan isu yang beredar meluas, kita pun harus melakukan setransparansi mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu korban yang dilaporkan mengalami luka diketahui telah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polresta Serang Kota. Proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum pun kini tengah berjalan.

Extama akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan memperbarui informasi seiring berjalannya proses investigasi dan audiensi yang dijanjikan pihak penyelenggara.

Author : Olip/Extama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *