240 Mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Resmi Diserahterimakan kepada Pemkab Lebak



EXTAMA – Sebanyak kurang lebih 240 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Acara serah terima ini berlangsung di Pendopo Bupati Lebak, Selasa (7/7/2026). Para mahasiswa tersebut dijadwalkan melaksanakan pengabdian masyarakat di tiga kecamatan, yakni Cikulur, Cibadak, dan Warunggunung, mulai 13 Juli hingga 22 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan KKM Uniba Tahun 2026 yang mengusung tema *”Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Pendidikan, Ekonomi Lokal, Sosial Budaya, Lingkungan, dan Tata Kelola Desa/Kelurahan Menuju Desa/Kelurahan Berdampak.”* Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk menghadirkan berbagai inovasi dan solusi nyata yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat desa.

Serah terima dilakukan secara simbolis melalui penyematan topi KKM kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda dimulainya masa pengabdian. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh jajaran Pemkab Lebak, pimpinan Uniba, dosen pembimbing lapangan (DPL), koordinator kecamatan, serta seluruh mahasiswa peserta KKM.

Mewakili Bupati Lebak, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (ASDA III) Kabupaten Lebak, Dr. H. Iyan Fitriana, S.H.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas konsistensi Uniba dalam mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Lebak sangat berterima kasih atas peran strategis Universitas Bina Bangsa. Kami mencatat bahwa jauh sebelum hari ini, Uniba terus berkontribusi bagi Kabupaten Lebak. Melalui KKM ini, kami meyakini peran tersebut akan memperkuat ikhtiar pemerintah dalam mewujudkan Lebak RUHAY (Rukun, Unggul, Hegar, dan Yakin),” ujarnya.

Iyan menilai keberagaman program studi di Uniba menjadi modal penting dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Lebak.

“Berbagai sektor yang menjadi kebutuhan masyarakat rasanya dapat dijawab oleh Uniba. Kami berharap mahasiswa mampu menghadirkan penanganan (*treatment*) dan pemecahan masalah (*problem solving*) yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Sinergi yang telah dibangun ini juga harus terus dirawat, tidak hanya melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui pendekatan akademik yang langsung menyentuh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Uniba, Prof. Dr. H. Bambang Dwi Suseno, S.E., M.M., menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Lebak atas sambutan dan dukungan yang diberikan kepada para mahasiswa. Menurutnya, KKM merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu perkuliahan sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat dari Pemerintah Kabupaten Lebak. Kami menitipkan mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan agar dapat belajar bersama masyarakat, memahami kearifan lokal, serta mengimplementasikan ilmu kampus. Pengabdian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui karya dan inovasi yang bermanfaat,” ungkap Bambang.

Rektor juga berpesan agar seluruh peserta KKM menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun warga setempat. Ia berharap rangkaian kegiatan ini memberikan manfaat berkelanjutan meskipun dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak, Rido Novara Nataatmaja, S.Sos., menyatakan bahwa KKM menjadi wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sosial yang tidak selalu sama dengan teori di kampus.

“Di masyarakat, mahasiswa akan menemukan berbagai tantangan yang berbeda dengan teori di ruang kelas. Karena itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memahami kondisi nyata sekaligus berkontribusi bagi pembangunan desa. Walaupun waktunya terbatas, kami berharap ada warisan (*legacy*) bermanfaat yang ditinggalkan mahasiswa untuk masyarakat,” ujarnya.

Rido menambahkan, ketiga kecamatan yang menjadi lokasi KKM memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan sekaligus tantangan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membantu menggali potensi desa serta mendorong peningkatan kesejahteraan warga melalui program pemberdayaan yang inovatif.

Melalui serah terima ini, Uniba dan Pemkab Lebak kembali mempertegas komitmen kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Selama kurang lebih enam minggu ke depan, ratusan mahasiswa KKM akan terjun langsung ke masyarakat untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada pendidikan, ekonomi lokal, sosial budaya, lingkungan, hingga penguatan tata kelola desa.

Author : Arizal / Ext

Editor : Olip / Ext

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *