Kuliah Online: Efisiensi Atau Penurunan Kualitas?

Extama – Kuliah online dipandang sebagai solusi yang efisien karena dapat mengurangi pengeluaran, terutama dalam hal biaya transportasi dan waktu yang diperlukan untuk bepergian. Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari mana saja tanpa harus hadir secara fisik dalam ruang kelas. Namun, ada kekhawatiran yang timbul, terkait dengan penurunan kualitas pendidikan yang mungkin terjadi, terutama pada interaksi sosial dan kegiatan praktikum.

Para mahasiswa, dosen, dan institusi pendidikan menjadi pihak-pihak yang paling merasakan dampaknya jika terjadi perubahan sistem pendidikan. Penerapan kuliah online diutamakan karena dianggap efisien dari segi energi, biaya, operasional, serta menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi daripada metode tatap muka.

Penghematan ini dipertanyakan karena berpotensi mengurangi kualitas pengalaman belajar. Seperti yang telah kita alami selama periode 2019 hingga 2022, ketika dunia dihadapkan oleh pandemi COVID-19, metode pembelajaran secara daring tidak dapat memenuhi efektivitas yang diharapkan, menimbulkan berbagai tantangan dalam proses pembelajaran dan pengajaran.

Kuliah online ini di lakukan melalui platform digital yang memungkinkan pembelajaran jarak jauh. Akan tetapi, interaksi antara dosen dan mahasiswa sering kali terbatas pada layar komputer atau perangkat lainnya. Praktikum yang seharusnya memberikan pengalaman langsung dan pembelajaran hands-on sering kali mengalami kendala, karena dalam format digital, menjadi kurang optimal atau bahkan sekadar berupa simulasi yang tidak sepenuhnya menggantikan pengalaman langsung di lapangan.

Penghemat energi memang penting, tetapi tidak cukup kuat jika harus mengorbankan kualitas pendidikan. Interaksi sosial dan praktikum merupakan elemen kunci dalam proses pembelajaran yang sulit untuk sepenuhnya digantikan oleh pembelajaran daring atau sistem online.

Penerapan metode pembelajaran gabungan atau kombinasi antara tatap muka dan online (hybrid learning) dapat menjadi opsi atau solusi yang lebih seimbang.

Author : Reihan / Ext

Editor : Sella / Ext

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *