
Extama – Universitas Bina Bangsa menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 28–29 Juni 2025.
Sebanyak 95 kelompok KKM dibagi ke dalam dua sesi. Hari pertama diikuti oleh perwakilan dari kelompok 1–47, sedangkan hari kedua diikuti oleh kelompok 48–95.
Kegiatan pembekalan ini menjadi momen penting untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta panduan teknis sebelum mereka terjun langsung ke tengah masyarakat.
Selain sebagai syarat akademik, pembekalan juga mencerminkan komitmen kampus dalam membentuk insan yang siap mengabdi dan berkontribusi nyata di desa.
Materi pembekalan mencakup tiga komponen utama, yaitu jadwal kegiatan KKM, panduan penyusunan laporan program serta panduan teknis pelaksanaan KKM tahun 2025.
Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Cinta Inovasi Rekan dan Kebermanfaatan Hiberisasi Aksi Nyata Menuju Desa,” KKM tahun ini bertujuan mengintegrasikan teori akademik dengan pengalaman praktik langsung di lapangan.
Program ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan sosial yang terus berkembang, sekaligus menjadi wadah mahasiswa dan dosen dalam mengasah kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, serta berinovasi dalam menyelesaikan permasalahan nyata.
Target Capaian Kegiatan KKM 2025 dibagi dalam 3 kategori:
1. Bagi mahasiswa dan dosen, KKM bertujuan membentuk individu yang aktif, solutif, dan berdaya saing tinggi. Mahasiswa didorong menjadi motivator, problem solver, dan fasilitator pembangunan desa.
2. Bagi Universitas Bina Bangsa, kegiatan ini memperkuat eksistensi institusi melalui pengenalan program unggulan berbasis IPTEKS serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
3. Bagi masyarakat, KKM diharapkan melahirkan desa binaan yang mandiri dan sejahtera, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pembangunan lokal yang berkelanjutan.
Tahapan Pelaksanaan KKM dan PKM Dosen 2025 akan melalui beberapa tahapan, yaitu:
• Tahap Pembekalan
• Tahap Pelaksanaan Lapangan
• Tahap Evaluasi dan Monitoring
• Tahap Penilaian dan Penyusunan Laporan
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk mengukur efektivitas kegiatan, mengidentifikasi hambatan maupun faktor pendukung, serta menilai keberhasilan implementasi teori oleh para peserta.
Penilaian dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan disesuaikan dengan sistem SKS Universitas Bina Bangsa. Mahasiswa dinyatakan lulus apabila memperoleh nilai minimal C.
Adapun lokasi pelaksanaan KKM tersebar di wilayah Provinsi Banten, mencakup 5 kota/kabupaten, 19 kecamatan, dan 95 desa/kelurahan.
Program kerja KKM tahun 2025 mencakup berbagai bidang, antara lain:
• Pendidikan dan keterampilan,
• Ekonomi (UMKM, koperasi, ekonomi kreatif),
• Keagamaan,
• Sosial dan budaya,
• Pemberdayaan masyarakat,
• Lingkungan hidup dan ketahanan pangan,
• Pemerintahan desa,
• Teknologi tepat guna dan informasi,
• Hukum dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, laporan survei potensi desa mencakup profil desa, potensi sumber daya alam dan manusia, Potensi ekonomi, Kondisi sosial dan budaya, Infrastruktur, Pelayanan publik, serta Kelembagaan desa.
Melalui KKM 2025 ini, seluruh mahasiswa Universitas Bina Bangsa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari, sekaligus mengukir kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Semangat kolaborasi, inovasi, dan kebermanfaatan harus menjadi fondasi utama dalam setiap langkah. Jadilah agen perubahan yang hadir membawa solusi bukan sekadar wacana.
Author : Ersya
Editor : Ajeng

