
Extama – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) yang tergabung dalam Kelompok 85 melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum melalui sosialisasi bertema “Stop Bullying” di SDN Cijampang, Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan yang dirancang oleh mahasiswa sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Fokus utamanya adalah memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah dasar mengenai bahaya perundungan (bullying), sekaligus menanamkan nilai-nilai positif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari tindak kekerasan.
Sosialisasi ini diikuti dengan penuh antusias oleh siswa-siswi SDN Cijampang. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kelompok 85 menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana, disertai contoh-contoh konkret yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Penyampaian materi dikemas dengan diskusi interaktif, simulasi sederhana, permainan edukatif, serta penyampaian pesan moral yang menyenangkan. Mahasiswa menjelaskan kepada para siswa mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perilaku yang tergolong perundungan, serta dampak negatif yang ditimbulkannya.
Mereka menekankan bahwa bullying tidak hanya merugikan korban, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi pelaku, terutama pada masa depan mereka.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa Kelompok 85 menegaskan bahwa bullying bukanlah persoalan sepele. Tindakan perundungan bisa merusak mental, psikologis, bahkan menghambat perkembangan akademik anak. Oleh karena itu, penting sejak dini menumbuhkan sikap saling menghargai, menghormati, serta menjalin pertemanan yang positif.
“Kami berharap melalui penyuluhan ini, para siswa tidak hanya memahami apa itu bullying dan bahayanya, tetapi juga berani menolak serta melaporkannya jika melihat atau mengalaminya,” ujar Reggy, pemateri dari KKM Kelompok 85 Universitas Bina Bangsa.
Mahasiswa juga memberikan contoh sikap positif dalam keseharian, seperti berbagi, bekerja sama, dan saling menolong, yang dapat menjadi solusi untuk mencegah bullying di sekolah.

Selain menyampaikan materi kepada siswa, mahasiswa juga mengajak para guru dan pihak sekolah untuk berperan aktif dalam mengawasi serta mendampingi anak-anak. Pengawasan yang konsisten dan pemberian perhatian lebih dari pihak sekolah maupun keluarga sangat diperlukan untuk mencegah kasus bullying.
Dengan adanya sinergi antara guru, orang tua, masyarakat, dan siswa itu sendiri, diharapkan terbentuk lingkungan belajar yang kondusif, sehat, dan bebas dari tindakan perundungan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat Desa Bojot. Para guru menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kontribusi mahasiswa KKM Uniba.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang baik, berakhlak mulia, serta mampu menghargai satu sama lain,” ungkap salah seorang guru SDN Cijampang.
Melalui program penyuluhan hukum ini, mahasiswa berharap siswa-siswi SDN Cijampang dapat menjadi generasi muda yang cerdas, berani menolak segala bentuk tindakan negatif, serta tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang sehat dan menyenangkan.
Sosialisasi Stop Bullying yang dilakukan oleh Kelompok 85 Universitas Bina Bangsa tidak hanya sebatas kegiatan edukasi, tetapi juga sebagai bentuk advokasi hukum yang menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya menghargai sesama.
Lebih dari itu, program ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa bukan hanya hadir sebagai insan akademis, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berkontribusi langsung dalam membangun masyarakat.
Editor : Mercy

