
Extama – Khaisya Davina Mutiarani, mahasiswi Universitas Bina Bangsa (Uniba), membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, ia berhasil menyabet dua penghargaan bergengsi sekaligus: Juara 1 Nasional Lomba Infografis Gebyar Keilmuan Matematika 2025 dan Juara 2 Lomba Instagram Reels Semarak Hari Statistik Nasional 2025.
Prestasi gemilang ini diraih Khaisya sebagai mahasiswi Program Studi Statistika yang juga aktif sebagai jurnalis Extama, di tengah kesibukannya bermitra dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan.
Perjalanan menuju juara dimulai pada 22 September 2025, ketika Ketua Program Studi menerima surat undangan lomba dari Universitas Pamulang. Keesokan harinya, rapat daring melalui Zoom segera digelar untuk menentukan delegasi mahasiswa.
“Jujur, waktu itu saya sempat kaget, karena tenggat pengumpulan karya tinggal dua hari lagi, deadline-nya 25 September,” ungkap Khaisya yang terpilih mewakili kampus dalam kategori infografis.
Meski waktu sangat terbatas, pengalamannya dalam Lomba Infografis Agen Pojok Statistik yang diselenggarakan BPS Provinsi Banten menjadi bekal berharga.
Ia pun memilih tema “Mereka yang Mengubah Dunia dengan Matematika” dengan sosok Katherine Johnson, matematikawan NASA, sebagai tokoh sentral karyanya.
“Beliau luar biasa. Selain jenius, Katherine juga membuktikan bahwa perempuan bisa sejajar dengan laki-laki di dunia ilmu, bahkan di tengah diskriminasi saat itu,” jelasnya.
Infografis yang dibuatnya menceritakan perjalanan hidup Katherine Johnson, mulai dari kontribusi pada misi lintasan Alan Shepard, orbit John Glenn, hingga sinkronisasi modul Apollo 11 dan jalur darurat Apollo 13. Karya tersebut berhasil diselesaikan dan dikirim tepat pukul 10.00 WIB pada hari tenggat.
Di hari yang sama, Khaisya juga menyelesaikan video untuk Lomba Instagram Reels BPS Banten bertema Sensus Ekonomi 2026.
Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar kantor BPS Kuningan yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan pedagang kaki lima, ia menghadirkan konten yang menggambarkan dinamika ekonomi masyarakat.
Hasil kerja kerasnya pun membuahkan hasil manis. Pada 27 September 2025, dalam acara puncak Gebyar Keilmuan Matematika di Universitas Pamulang, namanya diumumkan sebagai Juara 1 Nasional, mengungguli Universitas Bina Nusantara di posisi kedua dan Universitas Gadjah Mada di posisi ketiga.
“Rasanya campur aduk, antara nggak nyangka, lega, dan bersyukur banget,” ujarnya.
Meski tidak dapat hadir langsung karena masih bertugas di luar Serang, hadiah diterima oleh kakak tingkatnya, Imas.
Kabar baik berlanjut pada 30 September 2025, ketika BPS Banten mengumumkan ia meraih Juara 2 Kategori Instagram Reels Semarak Hari Statistik Nasional 2025.
Dalam pesannya, Khaisya yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini membagikan filosofi hidupnya.
“Ini semua benar-benar rezeki dari Allah. Kadang kita sudah capek mikirin gimana caranya bagi waktu, gimana bisa beresin semuanya, tapi ternyata selalu ada jalan,” ungkapnya dengan rendah hati.
Ia menambahkan, “Menurut saya, jangan pernah berhenti berusaha. Rezeki itu nggak cuma berupa uang, tapi juga kesempatan, pengalaman, dan penghargaan. Tugas kita hanya jangan lelah mencari dan jangan berhenti berjuang. Sisanya Allah yang atur,” tutupnya.
Prestasi ganda ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Bina Bangsa, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa dedikasi dan manajemen waktu yang baik dapat menghasilkan pencapaian luar biasa, bahkan di tengah keterbatasan.
Author : Winda
Editor : Mercy

