Extama – Menerima infomasi secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang disebut sebagai otak popcorn.
Otak dipaksa bekerja lembur dalam menerima sebuah informasi yang kita dapatkan. Hal Ini tentu berdampak negatif bagi kesehatan yang mengakibatkan kita kesulitan untuk fokus.
Di era digital sekarang ini tentunya gadget dan media sosial seakan tidak bisa kita pisahkan didalam kehidupan kita entah itu untuk bekerja, hiburan, dan menerima sebuah informasi.
Istilah popcorn sendiri diambil seperti biji jagung yang meletup-letup saat dimasak dan mengembang menjadi hidangan popcorn, otak popcorn juga dapat tejadi ketika kita melakukan pekerjaan tanpa kenal waktu sekaligus.
Fenomena otak popcorn dapat terjadi pula dikarenakan scrolling media sosial terus-menerus dalam satu waktu, melakukan banyak tugas sekaligus dalam satu waktu yang memicu kelelahan pada otak.
Seperti yang dilakukan Wahyu seorang Mahasiswa prodi Manajamen UNIBA, ia mengakui membatasi penggunaan gadget dengan melakukan kewajiban nya sebagai mahasiswa dan melakukan kegiatan fisik.
“Sebagai mahasiswa, saya membatasi penggunaan gadget dengan mendahulukan kewajiban dibanding membuka sosmed, dan juga saya melakukan aktifitas-aktifitas olahraga agar tetap memiliki tingkat fokus yang baik.” ujarnya.
Otak popcorn juga memiliki gejala yang berdampak bagi kehidupan kita seperti, berkurangnya kemampuan kognitif, meningkatnya stres, sering lupa, hingga gangguan mental yang mengakibatkan depresi hingga menurunkan kualitas kesehatan.
Untuk mengatasinya dengan cara mengatur waktu dalam menatap layar serta membatasi penggunaan media sosial secara berlebihan.
Author – (Andrean/Ext)
Editor – (Waty/Ext)

