Rilaya Uniba 2026 Padukan Dialog Publik Pemberdayaan Perempuan dan Festival Seni Kreatif


Extama – Universitas Bina Bangsa (Uniba) sukses menggelar perhelatan akbar tahunan Rilaya Uniba 2026 pada Sabtu, 30 Mei 2026. Mengusung tema besar “Dari Kelas ke Karya: Transformasi Pendidikan Menuju Ekonomi Kreatif Berkelanjutan”, acara yang diinisiasi oleh BEM Uniba ini dikemas apik dalam dua sesi (Section) terintegrasi yang menggabungkan edukasi, ruang diskusi, dan panggung apresiasi seni kreatif. 


Rangkaian acara dimulai pada pagi hari di Auditorium Gedung D, Kampus A Uniba, yang dikelola oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan (Kemenpp) BEM Uniba. Setelah dibuka dengan penampilan tari tradisional dan sambutan dari Ketua Pelaksana, Rektor, serta Kepala Yayasan, acara langsung memasuki agenda utama yaitu Dialog Publik bertajuk ‘Perempuan Bersuara Dunia Berubah’. 


Diskusi interaktif ini dipandu secara lugas oleh pasangan Duta Universitas Bina Bangsa, Muhammad Rizki (Duta Putra Uniba) dan Shyifa Herlyn Dwilani (Duta Putri Uniba) yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Sesi ini berhasil memantik daya kritis mahasiswa melalui pemaparan materi dari narasumber, disusul dengan sesi tanya jawab yang berlangsung antusias sebelum acara pertama resmi ditutup pada tengah hari. 


Memasuki siang hingga malam hari, kemeriahan Rilaya Uniba 2026 bergeser ke Lapangan FKIP Kampus B Uniba yang dimandatori oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemekraf) BEM Uniba. Sesi kedua ini menjadi wadah nyata transformasi edukasi menjadi karya kreatif. 
Gerbang area festival mulai dibuka untuk pengunjung pada pukul 14.00 WIB.

Panggung hiburan sore langsung dihangatkan oleh deretan penampil lokal seperti Band SMA, Albi Band, Candle Band, dan Uniba Band, serta penampilan dari Project Suami Istri. Tidak hanya hiburan musik, muatan edukasi ekonomi kreatif tetap dihadirkan melalui sesi Talkshow interaktif bersama Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Banten menjelang waktu Maghrib. 


Salah satu agenda krusial di malam hari adalah Showcase Karya yang menghadirkan seniman ternama, Edi Bonetski. Sesi ini memberikan ruang apresiasi bagi nominasi karya-karya kreatif mahasiswa yang telah dikurasi. 


Malam puncak Rilaya Uniba 2026 semakin bergemuruh dengan penampilan berturut-turut dari Skinny Monkey dan Sunday Morning. Memasuki pukul 20.15 WIB, grup musik ‘AIN sukses memanaskan suasana sebelum akhirnya bintang tamu utama, Skandal, naik ke atas panggung pada pukul 21.00 WIB dan menghibur ribuan penonton dengan aksi panggung yang memukau.

Meskipun secara keseluruhan Rilaya 2026 sukses menyajikan kolaborasi apik antara ruang edukasi dan panggung kreatif, kemeriahan malam puncak sempat ternoda oleh insiden keributan di area penonton sekitar pukul 21.30 WIB. Diduga akibat saling bersenggolan, seorang mahasiswa Fakultas Hukum berinisial I.C.F.S menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum mahasiswa saat penampilan grup musik ‘AIN berlangsung.


Pihak panitia (BEM Uniba) melalui salah satu perwakilannya, M.F., menyatakan telah berupaya melerai keributan tersebut secara maksimal di lapangan. Kendati demikian, kasus ini kini telah dibawa ke jalur hukum melalui Polresta Serang Kota oleh pihak korban. Insiden ini menjadi catatan penting sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi ormawa kampus ke depan mengenai pengetatan standar pengamanan dan mitigasi risiko dalam menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan berskala besar, demi menjaga kampus sebagai ruang yang aman dan inklusif.

Author : Khaishya/Extama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *