Uniba Lepas 1.976 Mahasiswa KKM 2026, Sebar ke 100 Desa di Enam Kabupaten/Kota Banten


Universitas Bina Bangsa (Uniba) resmi melepas 1.976 mahasiswa untuk melaksanakan Kuli

ah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026. Prosesi pelepasan diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Banten, Zaenal Mutaqin, S.E., M.S.E., M.Sc., Ph.D., mewakili Gubernur Banten, dan turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan, Rektor Uniba, Kepala LPPM, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh peserta KKM.

Mahasiswa terbagi ke dalam 100 kelompok dengan 100 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), disebar ke 100 desa/kelurahan di 26 kecamatan, mencakup enam kabupaten/kota: Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang, Kota Serang, dan Cilegon.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uniba, Encep Saefullah, S.H., M.M., menjelaskan tahun ini jumlah bidang program KKM disederhanakan dari delapan menjadi lima: keagamaan-pendidikan-penguatan karakter, ekonomi kreatif dan UMKM, sosial-budaya-hukum-pemuda, lingkungan-ketahanan pangan-kesehatan, serta tata kelola desa dan inovasi teknologi.

“Penyederhanaan ini tidak mengurangi esensi atau substansi kegiatan KKM. Intinya ini hanya bentuk penyederhanaan bidang saja, tapi secara substansi tidak ada yang menjadi perbedaan,” ujar Encep. Ia menambahkan, perubahan ini dilakukan untuk menyelaraskan program dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten, sekaligus menggabungkan bidang yang secara substansi saling beririsan, seperti pendidikan dan keagamaan yang kini menjadi satu bidang.

Penentuan lokasi KKM, kata Encep, turut mempertimbangkan aksesibilitas wilayah. “Kita pastikan KKM tahun ini semua desa yang kita jadikan lokasi utama KKM itu secara akses bisa dijangkau, baik oleh roda dua atau roda empat,” katanya. Penentuan desa juga disesuaikan dengan arahan pemerintah daerah setempat, mulai dari bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa/lurah, agar potensi masyarakat dapat diimplementasikan melalui program KKM.

LPPM dijadwalkan melakukan monitoring dan evaluasi pada minggu kedua pelaksanaan. “Monitor itu untuk mengecek sejauh mana program yang sudah direncanakan itu sudah dilaksanakan atau tidak. Evaluasi ketika ditemukan program itu belum berjalan, kendalanya apa dan solusinya seperti apa,” jelas Encep.

Soal harapan, Encep menyampaikan, “Ada nilai kontribusi yang bisa dirasakan oleh masyarakat yang menjadi lokasi utama KKM itu dengan kehadiran mahasiswa Uniba. Dampaknya tentu kaitan dengan lima bidang tadi.” Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik pribadi, DPL, LPPM, dan Universitas Bina Bangsa selama masa pengabdian.

Author : Olip / Extama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *