
Extama – Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan terus meluas. Teknologi ini kini banyak dimanfaatkan di ruang kelas. Kehadiran AI dinilai mampu membantu proses belajar, mulai dari mencari materi, membuat rangkuman, hingga membantu guru menyusun bahan ajar.
Sebagian pihak menilai AI dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Teknologi ini dianggap mempermudah siswa memahami materi serta membantu guru menghemat waktu dalam pekerjaan administratif.
Namun di sisi lain, penggunaan AI juga memunculkan kekhawatiran. Sejumlah pengamat pendidikan menilai ketergantungan berlebihan pada AI bisa mengikis kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa dalam jangka panjang. Beberapa survei menunjukkan banyak guru mulai khawatir melihat kecenderungan siswa yang menjadi terlalu bergantung pada teknologi dalam mengerjakan tugas.
Kekhawatiran itu dirasakan langsung oleh sebagian pengguna. “Aku merasa AI membantu banget buat cari penjelasan materi yang susah, tapi kadang jadi malas mikir sendiri,” ujar Nabila (18), seorang mahasiswa.
Sementara itu, guru dan praktisi pendidikan menilai AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti proses belajar utama. Penggunaan yang tepat dinilai dapat membantu pendidikan menjadi lebih adaptif dan relevan terhadap perkembangan teknologi, asalkan siswa tetap didorong untuk berpikir, bukan sekadar mengandalkan jawaban instan.
Author : Tari / Ext
Editor : Sella / Ext

