Wacana Penghapusan Jurusan Tak Relevan, Solusi atau Ancaman bagi Pendidikan Tinggi? Begini Tanggapan Para Mahasiswa



Extama – Wacana penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, setelah pemerintah mendorong evaluasi menyeluruh terhadap peta pendidikan tinggi nasional.

Kebijakan ini memantik perdebatan yang tidak sederhana. Di satu sisi, argumen pemerintah cukup kuat. Angka pengangguran lulusan perguruan tinggi yang masih cukup tinggi menjadi salah satu dasar mengapa penyesuaian antara dunia akademik dan dunia kerja dianggap mendesak.

Jika sebuah program studi konsisten menghasilkan lulusan yang kesulitan terserap pasar kerja, pertanyaan soal keberlanjutannya menjadi wajar untuk diajukan. Namun persoalannya tidak sesederhana angka serapan kerja. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut perlu dikaji lebih dalam karena perkembangan industri yang dinamis.

Kekhawatiran itu dirasakan langsung oleh Rani (20), mahasiswa yang merasa tidak tenang dengan arah kebijakan ini. “Aku khawatir kalau jurusan dihapus hanya karena dianggap tidak relevan sekarang, padahal bisa saja dibutuhkan di masa depan,” ujarnya.

Pandangan berbeda datang dari Dimas (21), yang justru melihat peluang dalam kebijakan tersebut. Menurutnya, penyesuaian program studi dengan kebutuhan industri bisa menjadi langkah konkret untuk menekan angka pengangguran di kalangan lulusan. “Kebijakan ini bisa membantu agar jurusan lebih sesuai dengan kebutuhan kerja, jadi lulusan tidak terlalu banyak menganggur,” katanya.

Perbedaan sudut pandang antara Rani dan Dimas mencerminkan dilema yang lebih luas. Para pengamat pendidikan menilai, solusi yang lebih tepat adalah pembaruan kurikulum dan penguatan kerja sama antara kampus dan industri adalah pendekatan yang lebih tepat dan berkelanjutan, bukan sekadar menghapus jurusan.

Author : Tari / Ext
Editor : Sella / Ext

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *