Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak pada Tiga Kabupaten di Lampung dan Banten



Extama – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak pada sejumlah wilayah di Provinsi Lampung dan Banten. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, berdasarkan data per 6 September 2026, dampak erupsi telah menjangkau tiga kabupaten dan 15 kecamatan di dua provinsi tersebut. “Terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau ini ada di tiga kabupaten dan 15 kecamatan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

Ketiga kabupaten yang terdampak adalah Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang. Di Lampung Selatan, wilayah terdampak mencakup Kecamatan Punduh Pedada, Rajabasa, Kalianda, Ketapang, Bakauheni, Sidomulyo, dan Katibung. Di Tanggamus meliputi Kecamatan Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka, dan Kota Agung. Sementara di Pandeglang meliputi Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, dan Jiput.

Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau mulai teramati pada 4 September 2026 sekitar pukul 23.07 WIB, disertai suara gemuruh dan dentuman serta sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah. Hingga 6 September, BNPB menyatakan belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, sementara pendataan dampak dan kerugian materiil masih berjalan.

Erupsi tersebut turut mengganggu aktivitas penerbangan. BNPB mencatat sejumlah bandara sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik, termasuk Bandara Radin Inten II, Lampung. Sebaran abu yang meluas membuat BMKG memantau sejumlah bandara lain di Jawa dan Sumatra. Pada 8 September, BMKG menyatakan beberapa bandara telah kembali beroperasi setelah pemeriksaan memastikan ruang udara dan landasan aman dari abu vulkanik.

Kementerian ESDM melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam dinyatakan berakhir pada 7 September, dengan aktivitas vulkanik kembali menurun, meski pemantauan terus dilakukan.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi pemerintah, dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Author : Tari / Extama

Editor : Olip / Extama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *