UNIBA Perkenalkan Inovasi Alat Pengusir Burung Hasil KKM dalam PKM Internasional di Cimanuk


Extama – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema “Empowering Sustainable Communities Through International Knowledge Exchange, Digital Innovation, Entrepreneurship, Education, Governance, and Community Health” pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Salah satu kegiatan yang diperkenalkan dalam acara tersebut adalah inovasi alat pengusir burung hasil program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Alat ini ditujukan untuk membantu petani mengurangi gangguan burung di area persawahan yang dapat memengaruhi tanaman padi.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIBA, Encep Saefullah, S.H., M.M., menyoroti pentingnya pengembangan inovasi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, program KKM menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dan menghasilkan karya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui program KKM, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di tengah masyarakat, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata. Pengenalan alat pengusir burung ini menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa dalam menghadirkan solusi bagi petani,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua akademisi dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), yaitu Prof. Abd Rahman bin Ahmad dan Khaerunissa binti Isa, Ph.D. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan dan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Malaysia.

Dalam pemaparannya, Khaerunissa binti Isa membawakan materi bertajuk “Bangkit Desa Kita: Revolusi Minda, Kesihatan, dan Poket Orang Kampung”. Materi tersebut mengangkat pentingnya perubahan pola pikir, perhatian terhadap kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat desa sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Pembangunan masyarakat desa perlu dimulai dari perubahan pola pikir, peningkatan kesadaran terhadap kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam mewujudkan komunitas yang mandiri dan berkelanjutan,” demikian rumusan pesan yang dapat dikonfirmasi kepada narasumber.

Sementara itu, kehadiran Prof. Abd Rahman bin Ahmad turut memperkuat dimensi kolaborasi internasional dalam kegiatan tersebut. Pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi dan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi internasional antarperguruan tinggi merupakan peluang untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan inovasi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” demikian rumusan kutipan yang perlu dikonfirmasi kepada narasumber.

Melalui PKM Internasional ini, UNIBA berupaya menghubungkan pengembangan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata di lingkungan masyarakat. Pengenalan alat pengusir burung hasil KKM menjadi salah satu contoh inovasi mahasiswa yang diarahkan untuk membantu menghadapi tantangan di sektor pertanian.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan inovasi yang mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Author : Dendy / Extama

Editor : Khaishya / Extama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *