
Extama – Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap keberadaan tikus di dalam maupun di sekitar tempat tinggal. Imbauan ini muncul seiring meningkatnya perhatian terhadap ancaman Virus Hanta, penyakit yang bisa menular dari hewan pengerat ke manusia.
Meski belakangan ini kasus internasional mencuat lewat laporan di sebuah kapal pesiar, ancaman Virus Hanta sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Virus ini sudah terdeteksi pada sejumlah jenis tikus yang hidup berdampingan dengan manusia, mulai dari tikus got, tikus rumah, hingga tikus sawah.
Virus ini menular lewat kotoran, air kencing, atau air liur tikus yang terhirup dalam bentuk debu saat kita membersihkan ruangan. Gejala yang perlu diperhatikan adalah seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri punggung, sakit perut hingga mual-mual.
Jika gejala-gejala ini muncul setelah beraktivitas di lingkungan yang diduga menjadi sarang tikus, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Cara mencegahnya adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada sisa makanan yang berpotensi mengundang tikus masuk ke dalam rumah. Selalu gunakan masker saat membersihkan gudang atau tempat kotor yang banyak kotoran tikusnya. Semprot sarang tikus dengan cairan pembersih sebelum disapu agar debu tidak beterbangan dan terhirup.
Pemerintah menegaskan bahwa cara terbaik menghindari penyakit ini adalah dengan memutus akses tikus agar tidak bisa masuk ke dalam tempat tinggal kita.
Author : Hanifa / Ext
Editor : Sella / Ext

